Mendag Minta Tolong Pengusaha Ritel Jaga Stabilitas Harga

Soraya Novika - detikFinance
Rabu, 25 Nov 2020 16:50 WIB
Suasana Pasar Swalayan di Tengah Panik Corona
Foto: Suasana Pasar Swalayan di Tengah Panik Corona (Vadhia Lidyana/detikFinance)
Jakarta -

Menteri Perdagangan Agus Suparmanto menyatakan keberpihakan pemerintah terhadap pelaku usaha UMKM. Berbagai dukungan telah dikeluarkan seperti lewat gerakan #BanggaBuatan Indonesia yang baru diluncurkan awal Mei 2020 lalu serta berbagai insentif fiskal lainnya selama pandemi.

Untuk itu, Agus berharap pelaku UMKM juga bisa memaksimalkan seluruh dukungan dan fasilitas tersebut. Sekaligus, diminta cepat beradaptasi dengan perubahan yang terjadi di masyarakat.

"Pada masa pandemi ini banyak sekali terjadi pergeseran adaptasi kebiasaan baru antara lain pergeseran pada konsumsi masyarakat dari luring ke daring. Di mana saat ini kegiatan berbelanja masyarakat melalui daring meningkat Pelaku UMKM diharapkan mampu menggeser tren penjualannya secara hybrid atau kombinasi antara luring dan daring," ujar Agus membuka acara Pembukaan Hari Ritel Nasional 2020 dengan tema Optimizing National Market for Global Experience di Lotte Mall Kemang Village, Jakarta, Rabu (25/11/2020).

Agus berharap meski di masa sulit seperti ini, UMKM tetap bisa menjaga kontribusinya terhadap ekonomi nasional.

"Saya juga berharap UMKM mampu menjaga kontribusi 60% dari total PDB dengan menyerap 96% tenaga kerja dari total 133 juta angkatan kerja. Dan yang paling penting adalah menyumbang 14% dari total ekspor," sambungnya.

Tak hanya itu, Agus juga menyampaikan harapan serupa buat para pelaku ritel nasional. Para pelaku ritel diminta mampu menjaga stabilitas harga dan pasokan serta dapat membantu UMKM meningkatkan usahanya tersebut.

"Saya juga mengharap Aprindo (Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia) dapat meningkatkan perannya dalam membantu pemerintah dalam menjaga stabilitas harga dan pasokan serta membantu pelaku usaha mikro dan menengah dalam meningkatkan usahanya, serta membantu peningkatan barang produksi di dalam negeri," timpalnya.

Untuk diketahui, hari ini Agus bersama Aprindo dan pihak terkait lainnya secara resmi membuka bazaar Hari Ritel Nasional 2020. Salah satu tujuannya adalah untuk memperkuat kemitraan dengan UMKM.

Demi memperkuat kemitraan tersebut sejumlah nota kesepahaman (MoU) diteken hari ini. Di antaranya, MoU antara Aprindo dengan BPJPH untuk penjaminan produk halal di peritel nasional, MoU Aprindo dengan GPEI dan Sekolah Ekspor untuk fasilitas peritel pada pengembangan ekspor nasional, MoU antara Aprindo dan Pemprov Papua untuk pengembangan pemasaran produk Papua.

Lalu, MoU antara Aprindo dengan Galeri Virtual Produk Ekspor Indonesia yang dikembangkan oleh Sekolah Ekspor dan Bhineka.com, MoU antara Aprindo dengan RNI, MoU antara Aprindo dan PT Link Net Tbk (First Media), dan MoU Aprindo dengan Dinas Industri Perdagangan Kota Bekasi.

Rangkaian bazaar Hari Ritel Nasional yang dibuka mulai hari ini sampai 6 Desember mendatang diharapkan dapat meningkatkan traffic pengunjung dan konsumsi masyarakat terhadap produk-produk UMKM yang dipamerkan.

"Diharapkan ada peningkatan kunjungan 15-20% dari hari biasa," ujar Ketua Umum Aprindo Roy Mande.

(dna/dna)