Budi Karya Usul ke Luhut Kumpulkan Orang Batak Kaya, Buat Apa?

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Jumat, 27 Nov 2020 12:58 WIB
Menhub Budi Karya Sumadi
Menhub Budi Karya Sumadi/Foto: Dok. Kemenhub
Jakarta -

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengusulkan ke Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan agar mengumpulkan orang Batak kaya membangun pelabuhan di kawasan Danau Toba. Budi Karya mengatakan, pihaknya telah membangun 12 pelabuhan.

"Pak Luhut kami membangun 12 pelabuhan di sekitar pelabuhan itu dengan gaya arsitek asli Toba besar dan bagus. Sekarang saya kebingungan saya suruh ASDP saya diminta bayar, sudah dikasih aset suruh bayar," katanya dalam rapat koordinasi percepatan pariwisata prioritas, Jumat (27/11/2020).

"Jadi saya minta Pak Luhut kumpulin orang Batak yang kaya-kaya tapi jangan untuk dimiliki dia kasih lomba buat itu karena satu pelabuhan lebih dari Rp 50 miliar kita membangun dan itu karena 7 ini minta pelabuhan semua jadi ada kewajiban itu," ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Budi Karya juga memaparkan telah membuat kelompok yang membahas mengenai Borobudur. Budi Karya mengakui, kunjungan ke Borobudur sudah terlalu banyak sehingga pengembangan Borobudur perlu dipercepat.

"Benar bahwa menurut pembahasan itu even sekarang Borobudur sudah melampaui jumlah yang memasuki tempat Borobudur itu sehingga kalau itu dibiarkan apalagi eksploitasi berlebihan pasti kita punya masalah.Oleh karenanya pembangunan pembebasan lahan membuat atraksi di luar itu disarankan secepatnya," paparnya.

Budi Karya melanjutkan, seorang arsitek Indonesia yang berada di Boston bercerita jalan susun di Boston dibongkar untuk membuat lapangan dan taman. Dengan begitu, Boston menjadi tempat pariwisata yang luar bisa.

Dari situ, Budi Karya menilai pengembangan tidak hanya mengedepankan aspek modern namun juga keaslian.

"Jangan dipikir kita membangun secara modern orang akan datang, benar Pak Luhut keaslian harus dilihat, mungkin Menoreh menjadi kekuatan," tambahnya.

(acd/ara)