Luhut Tetap 'Jual' Proyek Pulau Komodo Meski Banjir Kritik

Danang Sugianto - detikFinance
Jumat, 27 Nov 2020 15:52 WIB
Wisatawan dan ranger memperhatikan Komodo di Pulau Rinca.
Foto: Dadan Kuswaraharja
Jakarta -

Pembangunan Taman Nasional Komodo yang masuk dalam Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Labuan Bajo belakangan banjir kritikan. Proyek Pulau Komodo yag serinag disebut 'Jurassic Park' ini dianggap mengganggu habitat asli Komodo.

Namun Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan pemerintah tetap mengembangkan proyek itu. Menurutnya habitat komodo yang hanya ada 1 didunia itu bernilai tinggi untuk dikembangkan sebagai pariwisata.

"Karena saya pikir komodo ini cuma satu-satunya di dunia, jadi kita harus jual. Karena orang tidak suka atau terus terang saja, under estimate kepada kita," ucapnya dalam Rapat Koordinasi Nasional Percepatan Pengembangan Lima Destinasi Pariwisata Super Prioritas, Jumat (27/11/2020).

Luhut menekankan, pemerintah mengembangkan pariwisata di Pulau Komodo justru bertujuan untuk melestarikan hewan yang dilindungi itu. Oleh karena itu dia mengakui bahwa proyek pengembangan di Pulau Komodo memang bertujuan komersil.

"Kalau dibilang komersil ya kami harus komersil, karena kami mau merawat binatang ini supaya binatang ini, dia punya DNA bisa kami pelihara terus," tambahnya.

Luhut menerangkan proyek di Taman Nasional Komodo itu akan dipisahkan antara wilayah untuk banyak dan turis dana yang super premium. Dia meminta Gubernur NTT untuk menggandeng konsultan global terkait keputusan hal itu.

"Kan ada Pulau Rinca dan Komodo, nah tinggal nanti kita putuskan pulau mana yang banyak kita mungkin masif turis dan mana pulau yang kita bikin six stars. Kalau orang mau datang ke sana ya dia harus bayar mahal," ucapnya.



Simak Video "Viral Video Komodo Nyasar ke PLTD PLN"
[Gambas:Video 20detik]
(das/ang)