Terpopuler Sepekan

Effendi Gazali Jawab Tantangan Debat Ekspor Benih Lobster ke Susi

Vadhia Lidyana - detikFinance
Sabtu, 28 Nov 2020 15:15 WIB
Pengamat komunikasi politik Effendi Gazali
Foto: Ari Saputra

Susi kemudian menyebutkan, orang tersebut adalah Kepala Desa Bagolo Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran, Rahman Hidayat. Sosok kepala desa sekaligus nelayan ini pernah menjadi narasumber dalam sebuah pemberitaan detikcom yang dibagikan Susi dalam cuitannya.

Susi berpendapat, Rahman lebih berilmu kalau mau bicara soal lobster. Maka dia menilai Rahman cocok berdebat dengan Effendi yang menurutnya berilmu.

"Nelayan nama Rahman di artikel detik ini jauh lebih mengerti ttg Lobster, dibanding saya. Sebaiknya yg berilmu debat dg yg berilmu," cuit Susi.

Dalam catatan detikcom, Rahman menegaskan pihaknya menolak rencana pemerintah untuk membuka keran ekspor benih lobster atau yang biasa dikenal nelayan dengan sebutan baby lobster. Karena akan merusak usaha nelayan.

"Kami setuju untuk tetap dilarang penjualan apalagi ekspor baby lobster. Karena nantinya akan merusak dan menghancurkan usaha nelayan sendiri dari segi penghasilan," kata Rahman.

Rahman meminta pemerintah tetap tegas melarang ekspor benih lobster jika tak ingin lobster punah dari lautan Indonesia. Ia mensinyalir, ada oknum atau mafia di balik ekspor ini.

"Kalau boleh mafia atau oknum itu dihukum oleh nelayan saja. Rek dikarungan dialungkeun ka laut oknum na (Mau dimasukan karung dilempar ke laut oknumnya)," kata Rahman sambil melempar senyum.

Desa Bagolo sendiri merupakan salah satu wilayah penghasil lobster di Kabupaten Pangandaran Jawa Barat. Setiap hari ratusan kilogram lobster ukuran konsumsi dihasilkan dari tangkapan 157 nelayan yang ada di desa tersebut.

Sejak beberapa tahun terakhir, para nelayan ini merasakan betul semakin menurunnya tangkapan lobster akibat aktifitas penangkapan yang membabi-buta hingga baby lobster. Saat ini seorang nelayan bisa membawa pulang puluhan kilogram lobster ukuran besar, hanya tinggal cerita. Kalau pun ada, sangat jarang sekali.

Halaman

(eds/eds)