Bisnis Tanaman Hias yang Makin Seksi di Tengah Pandemi

Vadhia Lidyana - detikFinance
Minggu, 29 Nov 2020 10:30 WIB
Tanaman hias
Foto: Tanaman hias/Vadhia Lidyana

Selain tanaman hias jenis-jenis yang dijual oleh Rico dan Ayu di atas, Putri Nabila yang menjual tanaman hias jenis sukulen juga mengalami lonjakan permintaan yang sangat tinggi. Bahkan, saat ini ia kesulitan mencari stok tanaman untuk dijual, karena belum ada yang panen.

"Sekarang kan sedang krisis tanamannya, lagi nggak ada yang panen. Succuland_ juga di November ini tutup dulu, karena mau persiapan untuk Desember. Jadi biar tanamannya tumbuh dulu, bagus dulu," tutur Nabila.

Dihubungi secara terpisah, pengamat bisnis Indef Ahmad Heri Firdaus mengatakan, perilaku masyarakat di tengah pandemi memang berubah. Hal inilah yang menyebabkan beberapa bisnis, misalnya tanaman hias menjadi tren saat pandemi.

Salah satu penyebabnya ialah masyarakat yang banyak beraktivitas di rumah. Sehingga keinginan membuat suasana rumah menjadi nyaman untuk bekerja atau belajar dari rumah menyebabkan masyarakat ramai-ramai ingin menghias rumahnya dengan tanaman.

"Jadi bekerja di rumah ingin rumahnya dibuat nyaman, bagus, indah. Ya itu faktornya," tutur Heri.

Heri berpendapat, bisnis tanaman hias ini masih akan bertahan seusai pandemi. Pasalnya, perilaku masyarakat dan dunia kerja sudah berubah, yang diramal masih akan memperbanyak mekanisme kerja jarak jauh, atau dari rumah.

"Jadi ini akan menjadi tren baru pasca pandemi. Karena orang ketagihan kerja di rumah, ya menarik minat masyarakat untuk menghias ruang kerjanya di rumah," jelas Heri.

Di sisi lain, kinerja sektor properti juga akan menjadi faktor untuk tanaman hias tetap diburu masyarakat.

"Ya tanaman hias tentu ada market tersendiri. katakanlah ini merupakan pelengkap daripada properti. Kalau pertumbuhan propertinya bagus, ya
jadi kalau ada perumahan, apartemen yang terkait dengan properti ya dilengkapi dengan tanaman hias," pungkas Heri.


(zlf/zlf)