General Motors Rugi US$ 8,6 M
Jumat, 27 Jan 2006 10:12 WIB
Jakarta - Produsen otomotif terbesar AS, General Motors (GM), membukukan rugi hingga US$ 8,6 miliar selama tahun 2005. Kerugian ini merupakan yang pertama kalinya sejak tahun 1992. GM pun menyebutnya sebagai salah satu tahun tersulit dalam sejarahnya."Tahun 2005 adalah salah satu tahun yang tersulit dalam sejarah GM, didorong oleh buruknya performa di Amerika Utara," ujar pimpinan GM, Rick Wagoner, dalam pernyataannya seperti dikutip dari AFP, Jumat (27/1/2006).Kerugian terutama ditimbulkan oleh merosotnya permintaaan dari unit yang selama ini memberi kontribusi laba terbesar yakni jenis sports utility vehicles (SUV). GM juga menderita karena sejumlah tuntutan untuk restrukturisasi dan kebangkrutan dari eks unit usahanya, Delphi Corp.Perusahaan yang bermarkas di Detroit, AS ini mengalami kerugian sebesar 15,13 per saham, termasuk item khusus. Padahal pada tahun 2004, GM mampu membukukan laba bersih US$ 2,8 miliar atau US$ 4,92 per saham.Pada tahun 2005, GM meraih pendapatan sebesar US$ 192,6 miliar, atau turun tipis dibandingkan tahun 2004 sebesar US$ 193,5 miliar. Namun demikian, Wagoner menegaskan bahwa GM sudah membuat sejumlah rencana kebangkitan agar kinerjanya bisa pulih pada tahun 2006 dan 2007 kendati belum bisa mencatat laba."Dalam rangka meningkatkan hasil keuangan di tahun 2006 dan 2007, kami akan bergerak dengan cepat untuk mengimplementasikan sejumlah langkah penting yang akan memfokuskan pada lemahnya (penjualan) di Amerika Utara," tegas Wagoner.Menurut dia, GM telah mengambil sejumlah langkah efisiensi penting seperti pemangkasan PHK karyawan dan penutupan sejumlah pabrik. Menurut Wagoner, langkah itu akan mengurangi biaya struktural sehingga GM bisa meraih sukses kembali dalam jangka panjang.
(qom/)











































