Unilever Uji Coba Empat Hari Kerja dalam Seminggu

Aulia Damayanti - detikFinance
Selasa, 01 Des 2020 12:35 WIB
Logo Unilever
Foto: Getty Images/Emanuele Cremaschi
Jakarta -

Unilever berencana melakukan uji coba bekerja empat hari dalam seminggu di Selandia Baru. Uji coba ini akan dilakukan dari Desember 2020 hingga Desember 2021. Kebijakan baru ini akan memotong jam kerja sebesar 20% tanpa mengurangi gaji.

Direktur Pelaksana Unilever Selandia Baru Nick Bangs, mengatakan tujuan uji coba itu untuk mengukur kinerja yang akan dihasilkan pekerja. Diharapkan hasil uji coba ini akan diberlakukan dalam skala yang lebih luas di masa depan.

"Cara kerja yang lama sudah ketinggalan zaman," kata bos Unilever di Selandia Baru, dikutip dari BBC,Selasa (1/12/2020)

"Intinya, ini tentang pemahaman holistik tentang bagaimana pekerjaan dan hidup cocok satu sama lain, serta meningkatkan kesejahteraan mental dan fisik," tambah Bangs

Sejak pandemi COVID-19 melanda tahun ini, banyak perusahaan yang melakukan jam kerja jarak jauh dan jam kerja yang lebih fleksibel. Transformasi seperti itu kemungkinan akan bertahan bahkan setelah pandemi mereda.

Namun, kebijakan hari bekerja yang lebih sedikit dalam seminggu telah lama dilakukan berbagai perusahaan. Salah satunya Microsoft Jepang, dengan mengurangi hari kerja dalam seminggu dan penjualan perusahaan meningkat 40%.

Uji coba empat hari kerja oleh Unilever bekerja sama dengan para peneliti Sekolah Bisnis Universitas Teknologi (UTS) Sydney untuk mengukur bagaimana kinerja berjalan.

Unilever yang mempekerjakan lebih dari 150.000 orang di seluruh dunia, telah aktif di Selandia Baru selama lebih dari 100 tahun. Operasinya di negara itu difokuskan pada impor dan distribusi. Semua 81 karyawan di sana berhak untuk berpartisipasi.

(ara/ara)