Jepang Belum Respons Permintaan RI Soal Kenaikan Bunga Utang
Jumat, 27 Jan 2006 14:42 WIB
Jakarta -
Pemerintah Jepang belum memberikan respons berkaitan permintaan Indonesia soal penundaan kenaikan bunga utang dari 1,3 persen menjadi 1,5 persen. "Mengenai persyaratan, kita sudah kita sampaikan tentang persyaratan utang-utang baru. Kita sudah sampaikan permintaan kita. Mereka belum bisa beri respons yang jelas," ujar Menko Perekonomian Boediono di Gedung Depkeu, Jl Lapangan Banteng, Jakarta, Jumat (27/1/2006).Namun Boediono mengatakan RI tetap akan melakukan negosiasi dengan Jepang terkait hal ini. Pemerintah sendiri tengah menghitung berapa pinjaman yang akan diambil dari Jepang pada tahun ini. Rencananya, pinjaman Jepang akan digunakan untuk membiayai proyek-proyek yang penting."Lalu bantuan program yang diperlukan oleh APBN berapa, itu yang akan kita pegang," katanya.Mengenai program pertukaran utang atau debt swap, Boediono mengatakan hal itu masih dijajaki oleh pemerintah mengingat Jepang belum pernah memberikan fasilitas tersebut.
(qom/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































