Kadin Minta Kenaikan TDL Ditunda Hingga Juli
Jumat, 27 Jan 2006 18:29 WIB
Jakarta - Setelah mengancam akan memboikot pembayaran listrik jika tarif dasar listrik (TDL) dinaikkan, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) akhirnya melunak dengan meminta dengan meminta penundaan hingga Juli 2006. Kadin juga menegaskan agar kenaikan TDL ini dibawah 30 persen."Kenapa saya minta Juli karena pada saat itu pengusaha sudah bisa bertahan dengan diberlakukannya harmonisasi tarif dan insentif yang dijanjikan pemerintah ketika kenaikan BBM lalu," kata Ketua Kadin MS Hidayat.Hal itu diungkapkan Hidayat disela acara pertemuan dengan Menneg PPN/Kepala Bappenas Paskah Suzetta di kantor Menara Kadin, Kuningan, Jakarta, Jumat (27/1/2006). Menurut Hidayat, ibarat petinju kondisi pengusaha saat ini seperti kena pukulan 2-3 kali setelah kenaikan BBM.Hidayat mengaku, pihaknya akan menunggu hasil audit PLN terlebih dahulu untuk menyikapi kenaikan listrik ini. Sehingga nantinya bisa diketahui berapa biaya listrik sebenarnya secara transparan. Sementara Paskah menolak mengomentari ancaman Kadin yang dilontarkan kamis kemarin. Paskah yang sempat menghebohkan masyarakat karena keceplosan mengungkap besaran listrik, kini terlihat lebih hati-hati berbicara."Kita belum sampai pada keputusan berapa karena sampai saat ini belum tahu besarannya," katanya.
(ir/)











































