Apa Manfaat Energi Baru Terbarukan buat Ekonomi RI?

Hendra Kusuma - detikFinance
Kamis, 03 Des 2020 11:00 WIB
Menteri ESDM Ignasius Jonan mengajak Pemda untuk dapat mendorong penggunaan energi baru terbarukan (EBT). Salah satunya adalah Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).
Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan energi baru terbarukan (EBT) punya peran strategis dalam mendorong laju pertumbuhan ekonomi nasional ke depan.

Hal itu diungkapkannya saat menjadi pembicara kunci di acara 2020 International Convention on Indonesia Upstream Oil and Gas yang diselenggarakan secara virtual, Kamis (3/12/2020). Dia meminta SKK Migas dapat meningkatkan EBT di Indonesia.

"Pertumbuhan ekonomi yang secara eksponensial membutuhkan energi yang tumbuh secara eksponensial juga dan dengan trend yang ada, diharapkan energi baru dan terbarukan dapat tumbuh dari data rencana umum energi nasional sektor migas tetap perlu tumbuh lebih dari 2 kali lipat," kata Airlangga.

Airlangga menyebut, industri hulu migas memegang peranan penting dalam mendukung program pertumbuhan ekonomi, bukan hanya sebagai sumber penerimaan negara, melainkan lokomotif penggerak ekonomi.

Lebih lanjut dia mengungkapkan, industri migas setiap tahun berinvestasi sebesar US$ 10 miliar dengan faktor efek ganda atau multiplier effect yang mencapai 1,6 kali dengan penyerapan tenaga kerja yang cukup tinggi.

Mantan Menteri Perindustrian ini juga mengatakan penerapan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 40 Tahun 2016 berhasil membuat industri berbahan baku gas nasional menjadi lebih kompetitif. Pemerintah, dikatakannya akan terus mendukung kebijakan tersebut.

"Saya berharap kegiatan dapat menghasilkan solusi bagi kepentingan kita semua agar target pemulihan ekonomi dapat tercapai," ungkap Airlangga.

(hek/fdl)