TNI Dikerahkan dalam Proyek Lumbung Pangan, Apa Tugasnya?

Danang Sugianto - detikFinance
Kamis, 03 Des 2020 11:19 WIB
Proyek lumbung pangan (food estate) di Kalimantan Tengah
Foto: Dok. PT Wijaya Karya (Persero) Tbk
Jakarta -

Kementerian Pertahanan yang ikut menggarap proyek Food Estate dan dikabarkan akan menurunkan TNI dalam pelaksanaannya. Lalu apa sebenarnya tugas TNI dalam program jangka panjang kemandirian pangan ini?

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengatakan, peran TNI dalam proyek lumbung pangan hanya sebatas pendampingan dan dukungan. Mereka diturunkan untuk memberikan pendampingan kepada para petani yang menggarap lahan.

"Sebenarnya sekarang pun ada MoU antara Kementerian Pertanian dengan (TNI) Angkatan Darat. Konteksnya sebenarnya itu lebih supporting. Jadi menurunkan para Babinsa untuk memberikan dorongan kepada pada petani. Karena culture yang harus dibangun di sektor pertanian adalah culture disiplin," ucapnya saat berbincang dengan detikcom.

Menurutnya disiplin merupakan salah satu kunci penting dalam keberhasilan program Food Estate. Nah para TNI yang terbiasa dengan hal itu akan mendampingi para petani agar bekerja secara disiplin.

"Culture disiplin itu diperlukan karena tanaman itu sangat punya jadwal yang rigid. Saatnya nyemprot hama itu terlambat sedikit bahaya, saatnya memupuk terlambat akan berbahaya. Untuk itu kehadiran TNI para Babinsa khususnya untuk mendampingi para petani itu lebih kepada supporting. Dia tidak terlibat secara langsung begitu. Jadi sebenarnya tadi itu lebih memberikan motivasi lebih mendampingi mereka," ucapnya.

Namun, sebelumnya Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan hal yang berbeda. Menurutnya Kemenhan akan menurunkan Satuan Zeni TNI AD untuk melakukan pembersihan lahan pada proyek Food Estate.

"Segera Kemenhan akan gerakkan satuan Zeni di dalam rangka land clearing, land graphing, untuk siapkan lahan tanaman singkong," kata Basuki di kantornya, Selasa (1/9/2020).

Satuan Zeni sendiri adalah bagian insinyur dari pasukan militer yang bertugas pokok menyelenggarakan rekayasa teknik dan militer. Salah satu tugasnya adalah konstruksi sarana dan prasarana militer.

Basuki menjelaskan Kemhan dan Kementerian Pertanian (Kementan) akan berbagi peran sebagai leading sector. Kemhan menjadi leading sector pada food estate penanaman singkong, sedangkan Kementan untuk food estate penanaman padi.

(das/zlf)