Bisnis Makanan Sepi saat Pandemi? Ini Tipsnya Biar Ramai Lagi

Vadhia Lidyana - detikFinance
Kamis, 03 Des 2020 17:11 WIB
Ilustrasi THR
Ilustrasi/Foto: Muhammad Ridho
Jakarta -

Pandemi virus Corona (COVID-19) mengubah perilaku konsumen sangat drastis. Terutama bagi konsumen di bisnis makanan dan minuman yang kini sudah mengurangi aktivitas makan di luar, dan sebagian besar memilih memesan secara online.

Kondisi itu dialami di seluruh dunia. Menurut Food Writer TripAdvisor Jovel Chan, pebisnis makanan dan minuman, khususnya yang memiliki restoran sudah tak bisa lagi mengandalkan promosi dengan memamerkan lokasi tokonya yang strategis, atau desain interior restorannya yang indah.

"Jadi yang terjadi selama pandemi adalah kita sudah menyingkirkan pencarian informasi secara offline. Restoran yang menggembor-gemborkan bahwa lokasi mereka sangat strategis, atau indahnya desain interior mereka, atau jejak pelanggan-siapa saja yang pernah ke situ, semua tak lagi menjadi kunci unique selling saat ini," kata Jovel dalam virtual event Reimagine: Halal in Asia 2020 yang bertema Asia's Golden Age: 2021 and Beyond for Halal Ecosystem, Kamis (3/12/2020).

Di sisi lain, 81% dari populasi dunia tak bisa jauh-jauh dari ponsel. Selain itu, pengguna media sosial semakin bertambah di tengah pandemi. Ia memaparkan, 72% penetrasi pengguna Facebook itu berasal dari negara-negara ASEAN, China, dan Korea Selatan. Jumlahnya mendekati 250 juta pengguna Facebook pada Juni 2020.

"Berarti itu setara dengan 40% dari total populasi di ASEAN, China, dan Korsel," ujar Jovel.

Dari total tersebut, 60% di antaranya menggunakan media sosial untuk menentukan di mana atau makanan apa yang akan mereka pesan.

Berlanjut ke halaman berikutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2