Harga Gula Diprediksi Tembus Rp 8.000/kg Dua Minggu Lagi
Sabtu, 28 Jan 2006 10:52 WIB
Jakarta -
Harga gula diperkirakan bisa mencapai Rp 8.000/kg dalam dua pekan ke depan. Operasi pasar yang digelar dinilai tidak akan menekan lonjakan harga gula karena hanya dilakukan di beberapa pasar saja.Hal tersebut disampaikan ketua Asosiasi Pengusaha gula dan terigu Indonesia (APEGTI) Natsir Mansyur yang ditemui detikcom dan Republika di Menara kadin, JL. Rasuna said Kuningan, Jakarta, Jumat (27/1/2006).APEGTI pun siap mensomasi pemerintah jika tak secepatnya berusaha menstabilkan harga gula. Natsir mengaku tidak terima jika pedagang selalu dituding bermain dibalik harga gula dengan melakukan penimbunan."Tidak ada penimbunan, harga tinggi yang disalahkan pedagang padahal punya stok 100 ton saja sudah dicurigai polisi apalagi menimbun modalnya pun juga harus besar, kami siap somasi Mendag dan Mentan yang membiarkan harga tinggi dan tidak antisipatif," tegasnya.Menurutnya Natsir, pada bulan Januari hingga Mei, merupakan masa setelah musim giling sehingga tidak ada stok gula dalam negeri. "Sehingga di waktu ini lah gula impor dibutuhkan, namun sayangnya izin impor sebanyak 300 ribu ton yang telah diberikan kepada empat importir terdaftar dan Bulog serta PT PPI hingga saat ini belum terealisasi 100 persen," jelas Natsir.Natsir menegaskan, pada awal Februari, seharusnya gula impor yang sudah masuk mencapai 100 persen dan sudah didistribusikan. "Sehingga harga gula tinggi bisa dicegah sedangkan kini baru sekitar 50 persen," keluh Natsir.Ia juga menuding pemerintah tak antisipatif dan berwacana soal kenaikan harga gula dalam negeri disebabkan tingginya harga gula internasional karena Uni Eropa cabut subsidi.Selain itu pihaknya mempertanyakan fungsi Bulog dan PT PPI sebagai stabilisator harga disaat seperti ini. Padahal ia belum melihat ada langkah konkret yang dilakukan kedua BUMN ini."Bahkan Bulog belum tender, apa sanggup Bulog menanggung harga gula internasional yang hari ini mencapai US$ 435,5 per ton, diperkirakan harga sampai konsumen capai Rp 6.544 per kg, kan dia ditugaskan menjual dengan harga patokan Rp 5.500 per kg," tegas Natsir.Sementara harga gula produksi dalam negeri jika diperhitungkan sejak harga dasar gula menjadi Rp 3.800/kg, maka harga dari produsen mencapai Rp 5.000/kg. Dan karena mesin pabrik yang tua dan tidak efisien, maka harga dari produsen ke konsumen menjadi Rp 5.800/kg.
(qom/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































