Soal Larangan Ekspor Benih Lobster, Hashim: Susi Keliru

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Jumat, 04 Des 2020 16:35 WIB
Hashim Djojohadikusumo saat hadir di acara Blak-blakan bersama detikcom.
Hashim Djojohadikusumo/Foto: Muhammad Ridho
Jakarta -

Adik Prabowo Subianto, Hashim Djojohadikusumo mengatakan kebijakan eks Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti melarang ekspor benih lobster keliru.

Menurutnya, apabila ekspor benih lobster bisa dilakukan Indonesia akan menjadi negara terkuat untuk produk kelautan. Bahkan, Hashim menyatakan Susi juga melarang budi daya lobster di masa jabatannya.

"Menurut saya banyak orang bilang Indonesia itu berpotensi superpower produk kelautan. Kita yang besar, bukan Vietnam! Kebijakan menteri lama ini keliru. Budi daya lobster juga dilarang itu keliru, Susi keliru menurut saya," ujar Hashim saat melakukan konferensi pers di bilangan Pluit, Jakarta Utara, Jumat (4/12/2020).

Maka dari itu saat Edhy Prabowo menjabat Menteri KKP menggantikan Susi, Hashim mengaku meminta Edhy untuk membuka keran ekspor benih lobster.

"Lalu menteri baru yang memang kebetulan dari partai Gerindra, ya saya ajukan, ketemu lah sama Edhy. Saya usulkan, 'Ed, berikan lah izin sebanyak-banyaknya, kalau saya, Ed buka saja sampai 100 usaha pun buka saja'. Karena pak Prabowo nggak mau monopoli, Partai Gerindra nggak mau monopoli," ungkap Hashim.

Menurutnya, kebijakan itu membuat rugi banyak nelayan kecil. Selain ekspor benih lobster, menurutnya yang juga jadi andalan adalah ekspor teripang.

"Justru yang dirugikan banyakan nelayan. Banyak nelayan miskin itu ditutup budi daya. Di Jawa Barat, NTT, NTB, itu keliru. Saya setuju ekspor lobster, dan juga teripang," kata Hashim.

"Malah menurut saya itu teripang lebih bagus lagi, sea cucumber, tujuan Sara itu sebenarnya teripang. Lobster itu hal ketiga keenam ke tujuh, dia dicari sama orang Jepang untuk medis," lanjutnya.

Berlanjut ke halaman berikutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2