Rawan Begal cs, Tol Trans Sumatera Aman Dilewati Libur Akhir Tahun?

Trio Hamdani - detikFinance
Jumat, 04 Des 2020 19:45 WIB
Pembangunan Tol Trans Sumatera terus berjalan. Tol ini dibangun dari Lampung hingga Aceh.
Foto: Dok. PT Hutama Karya (Persero)
Jakarta -

Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) dikabarkan rawan kriminalitas. Lalu lintas yang belum terlalu ramai dan cenderung sepi manjadi pemicu berbagai tindak kejahatan seperti begal di jalan bebas hambatan itu.

Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi mengatakan telah mendapatkan informasi dari Dinas Perhubungan Lampung mengenai tingkat kriminalitas di Tol Trans Sumatera.

"Jadi kemarin ada informasi dari Kadishub Lampung dan juga yang di Palembang bahwa untuk rest area di sekitar dari mulai Bakauheni sampai dengan Palembang itu ada sekitar 17, kalau nggak salah belum semuanya beroperasi penuh. Dan kemudian untuk karakter rest area di sekitar Sumatera agak rawan terhadap kriminalitas," kata dia dalam konferensi pers virtual, Jumat (4/12/2020).

Dia menjelaskan, dalam rangka antisipasi perjalanan orang saat libur akhir tahun, para pemangku kepentingan terkait sepakat untuk meningkatkan pengamanan di ruas jalan dan rest area di Tol Trans Sumatera.

"Jadi, kemarin diharapkan kepolisian akan meningkatkan pengawasan dan pengamanan rest area di sekitar Sumatera, dan juga mungkin patrolinya akan lebih cepat, akan lebih sering dilakukan untuk mengantisipasi gangguan kriminal dari korban-korban masyarakat yang mungkin akan melaksanakan perjalanan dari Jawa ke arah Palembang, kemudian Padang, Jambi dan sekitarnya," tambahnya.

Laporan kriminalitas di JTTS awalnya disampaikan Ketua Bidang Advokasi dan Kemasyarakatan Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Pusat Djoko Setijowarno. Hal itu diketahui lewat pantauan langsung ke lapangan soal kondisi Tol Trans Sumatera.

Menurutnya ada beberapa zona yang relatif lebih rawan dari kejahatan, yaitu di ruas selatan. Beberapa kejadian tindak kejahatan pembegalan kendaraan pernah terjadi di sana. Namun, sebaliknya di ruas lain atau sisi utara tak ada persoalan.

Ketum Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Gemilang Tarig

an menilai memang jalan-jalan di daerah Sumatera cukup rawan kejahatan, baik di tol maupun luar tol.

Dia mengaku paling rawan kejahatan terjadi di sekitar bagian selatan tol Trans Sumatera, dari arah Bakauheni menuju Palembang yang masih sepi. Paling banyak menurutnya kejahatan terjadi di beberapa rest area yang belum permanen konstruksinya.

"Kan tol yang ke arah Palembang itu kan beberapa ruas masih sepi jadi rawan, paling banyak itu tindak kejahatannya di rest area yang darurat yang belum permanen," kata Gemilang kepada detikcom, Senin (30/11/2020).

(toy/zlf)