Ngeri... Negara Ini Dihantui 'Tsunami Utang' hingga Gagal Bayar

Soraya Novika - detikFinance
Sabtu, 05 Des 2020 19:00 WIB
Presiden Bank Dunia: Negara Miskin Perlu Penghapusan Utang Hadapi Pandemi Corona
Foto: DW (News)
Jakarta -

Zambia menjadi negara Afrika pertama yang gagal bayar utangnya sejak pandemi COVID-19. Hal itu memicu kekhawatiran munculnya tsunami utang di benua itu yang terdampak virus COVID-19.

Bulan Oktober lalu, negara Afrika Selatan itu telah melewatkan pembayaran kupon obligasinya yang senilai US$ 42,5 juta setara Rp 600,9 miliar (kurs Rp 14.141/US$). Lalu, Zambia kembali melewatkan tenggat bayar utang lainnya pada 14 November lalu. Dengan begitu Zambia resmi masuk jurang gagal bayar atau default teknis.

Menteri keuangan Zambia, Bwalya Ng'andu menyalahkan kegagalan itu kepada pihak bank-bank China serta manajer aset dan dana di negara itu. Sebab, mereka yang mengajukan lebih banyak transparansi kepada pemerintah terkait transaksi utang dengan China senilai US$ 3 miliar, tetapi menolak menandatangani perjanjian kerahasiaan yang diperlukan.

"Posisi bank-bank China adalah 'Anda tidak akan memberi siapa pun informasi tanpa perjanjian kerahasiaan'," kata Ng'andu dikutip dari Guardian, Sabtu (5/12/2020).

Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia menyebut tumpukan utang Zambia sudah terlampau banyak ketimbang kemampuan bayar mereka. Sebelum pandemi saja, Zambia sudah punya utang sebesar US$ 1,7 miliar untuk dilunasi tahun ini, setara dengan lebih dari 8% PDB negara itu untuk tahun 2020.

Adanya pandemi COVID-19, kemudian memperparah kondisi keuangan negara itu, memainkan peran kunci dalam gagal bayar utang baru-baru ini. Melihat kondisi tersebut, IMF kemudian berencana mengunjungi negara tersebut untuk membahas potensi pinjaman US$ 1,3 miliar demi membantu Zambia menyelesaikan masalah gagal bayarnya tersebut.

(fdl/fdl)