Kenaikan TDL Tergantung 4 Aspek
Sabtu, 28 Jan 2006 14:01 WIB
Jakarta - Pemerintah mengaku tidak gegabah menentukan kenaikan tarif dasar listrik (TDL). Setidaknya ada empat aspek yang akan dipertimbangkan pemerintah sebelum menaikkan TDL. Apa saja?Pertama, meningkatnya beban masyarakat yang meningkat. Keduan, beban indutri dan bisnis yang akan mempengaruhi daya kompetisi dari perekonomian Idnonesia."Dan tentu juga kemampuan industri dan bisnis dalam menjalankan kegiatan ekonominya. Hal ini perlu supaya industri tetap bisa menghasilkan produk-produknya dan menciptakan kesempatan kerja," ujar Menkeu Sri Mulyani di Kantor Ditjen Bea Cukai, Jalan Ahmad Yani, Jakarta, Sabtu (28/1/2006).Ketiga, Besaran subsidi yang disiapkan untuk PLN. Keempat, keuangan PLN. Sisi keuangan inilah yang merupakan salah satu pangkal tolak dari berbagai kritikan yang ditujukan pada PLN apakah sudah ada efisiensi dan pengurangan kebocoran dan juga menjamin biaya produksinya adalah biaya yang pantas untuk diberikan. "Maka kami meminta BPK untuk melakukan audit biaya produksi," tegas Sri Mulyani.Pemerintah juga mengaku sudah menyiapkan berbagai kebijakan. Pemberian insentif ini, lanjut Sri Mulyani, harus melalui proses-proses konsultasi dan persetujuan dari DPR. Pemerintah juga sudah menulis surat dan meminta waktu ke DPR untuk melakukan pembahasan mengenai pemberian insentif untuk dunia usaha. "Tentunya apabila disetujui oleh DPR akan berlaku surut dengan apa yang telah dilakukan. Kalau yang sifatnya adalah manfaat, kita akan lakukan surut sesuai dengan yang dilakukan yaitu mulai awal tahun," Janji Sri Mulyani.Mengenai sejumlah insentif yang dijanjikan pemerintah saat kenaikan BBM lalu, Sri Mulyani mengakui ada yang belum diselesaikan yakni mengenai produk primer pertanian. Dan itu juga perlu persetujuan DPR. Yang pasti, lanjut Sri Mulyani, pemerintah tidak akan mengumumkan rencana kenaikan TDL sebelum melakukan kajian secara baik mengenai insentif-insentif yang dibutuhkan dunia usaha.
(qom/)











































