Target Produksi Gabah 55 Juta Ton Tahun 2006
Minggu, 29 Jan 2006 23:50 WIB
Subang - Pemerintah mentargetkan produksi gabah tahun ini mencapai sekitar 55 juta ton atau lebih tinggi satu juta ton dibandingkan target tahun 2005. Target tersebut juga diprediksi tidak akan terganggu dengan musim hujan yang akan mengguyur terus sampai Maret. Pemerintah juga mengatakan curah hujan saat ini tidak lebih buruk ketimbang rata-rata curah hujan lima tahun terakhir. Sehingga perkiraan banyaknya padi puso tidak perlu dikhawatirkan. "Kita sudah perhitungkan sepanjang masih dibawah rata-rata lima tahun, tidak akan menganggu target produksi," kata Menteri Pertanian Anton Apriantono di sela-sela rangkaian acara panen perdana PT E-Farm Bisnis Indonesia di Sukamandi, Subang, Jawa Barat, Minggu (29/1/2006). Menghadapi musim penghujan ini menurutnya pemerintah juga sudah mengantisipasi dengan penyediaan mesin pengering dan perontok padi. Ia juga menghimbau agar pemerintah daerah aktif memfasilitasi kebutuhan mesin ini terhadap petani. "Antisipasi sudah dilakukan tinggal pemerintah daerah yang aktif. Anggarannya sudah dibagikan bersamaan dengan DIPA," jelas Anton. Anton juga memperkirakan harga beras akan mulai turun bulan Februari ini seiring dimulainya panen raya di beberapa daerah. Menurutnya kenaikan harga beras di bulan Januari cukup wajar karena merupakan akhir musim paceklik dimana stok beras berkurang namun menjadi agak tinggi karena terpengaruh naiknya harga pokok pembelian beras (HPP) dan kenaikan harga BBM. Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Gorontalo Fadel Muhamad meminta agar pemerintah membedakan HPP beras di setiap daerah. Menurutnya hal ini karena harga beras di setiap daerah tidak sama. "Karena harga disini beda dengan harga disana, pemda perlu diberi kesempatan untuk menetapkan harga," ujar Fadel.
(ddn/)











































