Boediono Ingatkan Efek Ngeri Pandemi: Kesenjangan hingga Perang

Trio Hamdani - detikFinance
Selasa, 08 Des 2020 12:10 WIB
Public Governance Workshop Road to Anugerah Pandu Negeri 2019 digelar di Jakarta, Kamis (12/9/2019). Acara ini dihadiri oleh Wapres 2009 - 2014 Boediono.
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Wakil Presiden ke-11 sekaligus mantan Gubernur Bank Indonesia (BI) periode 2008-2009 Boediono membeberkan dampak negatif yang diakibatkan oleh pandemi COVID-19.

Dia mengatakan bahwa pandemi virus Corona menjadi ujian bagi sistem kesehatan masyarakat di berbagai belahan dunia. Tapi dampak merebaknya COVID-19 tak berhenti di situ.

"Lebih dari itu kita juga menyaksikan bahwa hal tersebut telah menyebabkan malapetaka bagi perekonomian dan kehidupan sosial mereka," kata dia dalam sebuah webinar, Selasa (8/12/2020).

Pada akhirnya pandemi virus Corona akan menyebabkan terciptanya ketimpangan ekonomi dan sosial.

"Jika Anda bertanya kepada saya apa dampak sosial ekonomi terpenting dari pandemi, jawaban saya adalah meningkatnya ketimpangan ekonomi dan sosial di semua negara serta di antara negara-negara," paparnya.

Hal itu ujung-ujungnya bakal mendorong tindak kejahatan dan gesekan sosial lainnya yang tentu mengkhawatirkan.

"Kita tahu dari sejarah bahwa melebarnya kesenjangan ekonomi dan sosial adalah akar penyebab banyak kejahatan, termasuk ketidakstabilan politik, konflik sosial, dan bahkan perang," sebut Boediono.

Tapi dirinya menekankan bahwa kondisi apapun yang terjadi akibat pandemi COVID-19 jangan membuat pesimis.

"Saya harus memperingatkan sebelumnya bahwa ini akan berisi lebih banyak berita yang bersifat hati-hati daripada berita yang optimis. Tujuannya, tentu saja, bukan untuk menyebarkan pesimisme di antara kita, tetapi untuk memotivasi kita agar lebih siap menghadapi apa yang akan datang," tambahnya.

(toy/eds)