3 Profesi yang Disuntik Vaksin Corona Pertama

Anisa Indraini - detikFinance
Selasa, 08 Des 2020 19:00 WIB
Vaksin COVID-19 yang Mulai Disuntikkan Pekan Ini, Adakah Efek Sampingnya?
Ilustrasi/Foto: ABC Australia
Jakarta -

Pemerintah Indonesia telah memiliki data prioritas penerima vaksinasi untuk 1,2 juta dosis vaksin Sinovac dari China yang telah tiba di Indonesia. Penerima vaksin perdana ditentukan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes), untuk selanjutnya diolah oleh Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) secara rinci by name by address.

Setidaknya ada tiga profesi yang diprioritaskan mendapat vaksinasi perdana. Berikut rinciannya:

1. Tenaga Medis

Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto mengatakan prioritas penerima vaksin yang datang pertama ini untuk tenaga kesehatan beserta turunannya.

"Untuk vaksin kiriman pertama ini yang pertama akan mendapat sasaran adalah tenaga kesehatan, asisten tenaga kesehatan, tenaga penunjang yang bekerja dalam fasilitas-fasilitas pelayanan kesehatan," katanya dalam konferensi pers melalui kanal YouTube FMB9ID_IKP, Senin (7/12/2020).

2. Petugas Pelayanan Publik

Selain petugas medis, Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy menyebut prioritas selanjutnya adalah petugas non-medis yang bertugas di layanan publik seperti TNI-Polri, petugas bandara, petugas stasiun, dan masih banyak lagi petugas lainnya yang bekerja di lapangan.

"(Petugas) pelabuhan, (petugas) pemadam kebakaran, (petugas) PLN, PAM yang bertugas di lapangan," kata Muhadjir menambahkan dikutip dari keterangan resmi.

3. Pedagang Pasar-Buruh

Selanjutnya yang diprioritaskan untuk menerima vaksinasi COVID-19 adalah mereka dari kelompok pekerja yang berisiko tinggi seperti pedagang pasar, hingga pelayan toko.

"Kemudian yang kedua adalah kelompok risiko tinggi atau high risk, yaitu kelompok pekerja, termasuk di dalamnya para pedagang pasar, pelayan toko, atau pramuniaga, dan juga mereka yang bekerja di sektor-sektor perusahaan industri, para karyawan dan para pegawainya," katanya.

(ara/ara)