Daftar Generasi Ketiga Miliarder RI, Masih Muda & Tajir!

Aulia Damayanti - detikFinance
Selasa, 08 Des 2020 18:30 WIB
Direktur Lippo John Riady
Foto: Hendra Kusuma: John Riady
Jakarta -

Bisnis keluarga konglomerat di Indonesia mulai mengalihkan kepemimpinan ke generasi ketiga. Contohnya Djarum Grup, Salim Grup, Lippo Grup, hingga Bakrie Grup kini banyak dipimpin oleh bos-bos muda.

Pemimpin muda di sejumlah perusahaan besar RI itu mulai memegang sejumlah posisi atas perusahaan. Hal itu membuktikan keberhasilan perusahaan dalam mempertahankan bisnisnya hingga ke generasi ketiga. Mengingat cukup sulit bagi perusahaan besar menurunkan kepemimpinan hingga generasi ketiga.

Berikut ini nama-nama generasi ketiga konglomerat di Indonesia:

1. Armand Wahyudi Hartono

Putra dari pemilik PT Bank Central Asia Tbk, Robert Budi Hartono, dan cucu dari founder perusahaan rokok Djarum dan Group Hartono, Oei Wie Gwan saat ini ditempatkan menjadi Wakil Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk.

Armand Wahyudi mengiprahkan karirinya di sektor perbankan Indonesia setelah dia bergabung dengan BCA sebagai kepala divisi perencanaan wilayah pada 2004 hingga 2006.

Melansir dari wallmine.com, Armand menempuh pendidikan di California State University pada 1996 dan memperoleh gelar Master of Science di bidang Engineering Economic-System and Operation Research dari Stanford University pada 1997.

Kemudian, Armand bekerja sebagai analis untuk Global Credit Research and Investment Banking di JP Morgan Singapura (1997-1998) serta pernah menjabat berbagai posisi manajerial di PT Djarum (1998-2004).


2. John Riady

Saat tahun lalu Grup Lippo tersandung masalah utang, sang kakek Mochtar Riady sekaligus pendiri grup Lippo meminta bantuan kepada cucunya John Riady.

Salah satu rencana yang sudah dilakukan adalah rights issue sebesar US$ 788 juta pada Juli 2019, penjualan aset perusahaan, dan pembayaran kembali (refinancing) utang. Proses tersebutlah, menyebabkan harga sahamnya melonjak 37%.

"Perubahan ini akan mengembalikan arus kas menjadi positif di tahun depan, sementara itu perusahaan akan terus membuang aset non-inti untuk mengurangi utang," kata John Riady kepada Bloomberg, Rabu (11/9).

Maret lalu John Riady ditunjuk menjadi Direktur Utama PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR). Sejak John menjabat, selain saham perusahaan naik, obligasi korporasinya juga mengalami penguatan. John pun berambisi Grup Lippo menjadi salah satu perusahaan real estate terbesar di Asia Tenggara dalam dua dekade menyaingi Ayala Land Inc dan Singapore CapitaLand Ltd lewat Meikarta project.

KLIK DI SINI UNTUK KE HALAMAN SELANJUTNYA

(hns/hns)