JK: Cuma di Indonesia Orang Paling Kaya Pengusaha Rokok

Trio Hamdani - detikFinance
Rabu, 09 Des 2020 11:53 WIB
Wakil Presiden Indonesia Jusuf Kalla menyampaikan pidato pada United Nations Climate Action Summit 2019 dalam rangkaian Sidang Umum PBB ke-74 di markas besar PBB,  New York, Amerika Serikat, Senin (23/9/2019) waktu setempat.
Foto: Reuters/Carlo Allegri
Jakarta -

Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK) mengungkapkan satu hal yang mungkin cuma terjadi di Indonesia, yaitu orang paling tajir diisi oleh pengusaha rokok. Menurutnya, kondisi tersebut tak terjadi di negara lain.

"Di Indonesia yang paling beda dengan negara-negara lain, di dunia ini mungkin tidak ada, orang terkaya (urutan) 1, 2, 3 pengusaha rokok," kata dia dalam webinar yang diselenggarakan Indef, Rabu (9/12/2020).

Dirinya pun berkelakar bahwa hal itu menunjukkan kalau orang Indonesia berani-berani. Sebab, sudah ada peringatan bahaya di bungkus rokok tapi barang tersebut tetap laris manis.

"Orang Indonesia itu berani-berani karena walaupun di bungkusan rokok disebut ini bisa menyebabkan kanker, atau dulu malah bisa menyebabkan kematian tetap saja rokok itu maju," paparnya.

Sementara di Amerika Serikat (AS) dan Korea Selatan, JK menjelaskan perusahaan yang paling maju ada teknologi (IT), sementara di Jepang adalah industri keuangan seperti bankir Softbank.

Berdasarkan catatan detikcom April lalu dalam daftar majalah Forbes, posisi puncak orang terkaya di Indonesia ialah Robert Budi Hartono. Pemilik perusahaan rokok, Djarum itu sudah menduduki posisi ini selama 12 tahun berturut-turut terhitung sejak 2008.

"Jadi orang Indonesia berani walaupun diancam dengan kanker dia tidak peduli, sehingga orang paling kaya (urutan) 1, 2, 3 itu pengusaha rokok. Di mana di dunia yang begitu? nggak ada," tambahnya.

(eds/eds)