Gaduh Peristiwa Kerumunan di Petamburan, Ganggu Iklim Investasi?

Hendra Kusuma - detikFinance
Kamis, 10 Des 2020 17:24 WIB
Penertiban baliho bergambar Habib Rizieq Syihab dilakukan di Jakarta. Meski begitu, masih terlihat sejumlah baliho bergambar Habib Rizieq di kawasan Ibu Kota.
Foto: Rengga Sancaya
Jakarta -

Belakangan, Indonesia tengah diliputi kegaduhan. Dari mulai peristiwa kerumunan di kawasan petamburan hingga penetapan Rizieq Syihab sebagai tersangka terkait peristiwa tersebut.

Apakah kondisi dan kegaduhan ini memberi dampak pada iklim investasi di tanah air?

Ekonom Universitas Indonesia (UI), Ninasapti Triaswati mengatakan, sebenarnya terganggunya iklim investasi di Indonesia disebabkan banyak faktor.

Namun begitu, dirinya memastikan iklim investasi Indonesia saat ini memang kurang ok lantaran terdampak pandemi COVID-19.

"Tanpa adanya kegaduhan sosial akibat tewasnya anggota FPI saja, iklim investasi di Indonesia saat ini 'masih buruk' akibat pandemi COVID-19," kata dia saat dihubungi detikcom, Jakarta, Kamis (10/12/2020).

Dia menjelaskan, belum bisanya pemerintah Indonesia mengatasi COVID-19 secara tuntas menjadi salah satu faktor yang mengganggu iklim investasi nasional. Menurut dia, saat ini yang menjadi perhatian khusus para investor adalah seberapa seriusnya pemerintah Indonesia menerapkan atau mengimplementasikan protokol kesehatan dalam rangka memutus rantai penyebaran COVID-19.

"Kerumunan di Petamburan hanya salah satu contoh saja dari sulitnya pemerintah menegakkan protokol kesehatan," ujarnya.

"Contoh lainnya adalah pesta kemenangan Pilkada di berbagai daerah juga rendah disiplin dalam menegakkan protokol kesehatan," tambahnya.

Sementara pengamat ekonomi, Piter Abdullah menilai kerumunan yang terjadi di beberapa kegiatan FPI pimpinan Rizieq Syihab tidak berdampak signifikan terhadap iklim investasi nasional. Pasalnya, kerumunan seperti ini bukan pertama kali terjadi.

"Sejauh ini saya kira belum mengganggu," kata Piter.

Bahkan ekonom dari Center of Reform on Economic (CORE), Yusuf Rendy Manilet Indonesia kerumuman yang belakangan ini terjadi tidak berdampak signifikan terhadap pergerakan beberapa indikator ekonomi nasional.

"Buktinya IHSG masih mencatatkan pencapaian positif hingga penutupan sore hari ini juga didukung oleh penguatan nilai tukar rupiah," kata Yusuf.

Salah satu contoh yang membuat iklim investasi Indonesia terganggu adalah kegaduhan yang ditimbulkan mampu menghentikan pergerakan ekonomi bahkan terjadi capital outflow atau aliran modal yang keluar dari Indonesia. Salah satu contohnya adalah kerusuhan tahun 1998.

"Kalau melihat kondisi saat ini, situasi sebenarnya belum terlalu mengkhawatirkan dan masih bisa dalam tahap risiko yang masih bisa diterima oleh investor," ungkap Yusuf.

(hek/dna)