RI Ekspor Hasil Kebun ke 44 Negara, Ada Arang Kelapa ke Irak

Angga Laraspati - detikFinance
Kamis, 10 Des 2020 19:16 WIB
Mentan Syahrul Yasin Limpo
Foto: Kementan
Jakarta -

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo melepas ekspor 26 ton briket arang kelapa ke negara tujuan UMM QASR, Irak. Tak hanya itu, dalam rangka hari perkebunan ke-63, secara virtual di 22 UPT Syahrul melepas 10 ragam komoditas perkebunan sejumlah 94,9 ribu ton dengan nilai ekonomi mencapai Rp 1,68 triliun dengan 44 negara tujuan.

"Hari ini saya bersama Gubernur Jawa Barat ditemani Bupati Tangerang serta jajaran eselon 1 Kementerian Pertanian dan eksportir, kita hari ini tidak lain adalah mencoba melakukan optimalisasi berbagai produk sektor pertanian di Indonesia,"ucap Mentan Syahrul dalam keterangan tertulis, Kamis (10/12/2020).

Syahrul menyampaikan Kementerian Pertanian (Kementan) terus mengakselerasi ekspor sektor pertanian ke beberapa negara yang ada. Hal ini sesuai dengan perintah dan arahan Presiden RI Joko Widodo yaitu pemulihan ekonomi menjadi prioritas di tengah pandemi yang masih terjadi di seluruh dunia.

"Kita berharap dengan ekspor yang ada mampu memperkuat perekonomian kita di masa yang akan datang khususnya dalam suasana COVID-19," ujar Syahrul.

Lebih lanjut, Syahrul mengatakan pada masa pandemi COVID-19, akselerasi ekspor Indonesia sektor pertanian cukup menggembirakan. Hal ini terlihat dari peningkatan kontribusi pada produk domestik bruto (PDB) triwulan III yang meningkat sebesar 571,87 triliun rupiah atau 14,68%. Salah satu penopang utama pertumbuhan positif PDB sektor pertanian ialah subsektor perkebunan dengan kontribusi pada triwulan III sebesar 163 49 triliun rupiah atau 28,59%.

Di sisi lain, Syahrul yang kini juga merangkap sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan ad Interim, juga melepas ekspor perikanan sebanyak 1.739 ton di New Priok Container Terminal (NPCT 1), Jakarta Utara.

Ia menuturkan selama periode Januari hingga 10 Desember 2020, volume ekspor perikanan mencapai 388.655 ton atau tumbuh 8,74% dibanding periode yang sama 2019 (357.402 ton). Tak hanya itu, dari sisi nilai ekspor juga mengalami peningkatan sebesar 8,09% dengan total Rp 20,57 triliun.

"Kita patut berbangga, di situasi COVID-19 ini, ekspor perikanan tumbuh 8,74% dari segi volume dan tumbuh 8,09% dari sisi nilai. KKP akan terus menghadirkan pelayanan prima kepada para pelaku usaha serta menawarkan kemudahan serta efisiensi meski di tengah pandemi COVID-19," katanya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan produk yang diekspor secara simbolis sebagian berasal dari Provinsi Jawa Barat yang memiliki tingkat kesuburan tanah yang tinggi sehingga dapat ditanami banyak komoditas pertanian.

"Yang kami banggakan ternyata semua bagian pohon kelapa memiliki nilai ekonomi. Batang kelapa bisa digunakan sebagai tiang rumah, buahnya atau airnya bahkan tempurungnya juga selain untuk kerajinan ternyata di Timur Tengah dibutuhkan sebagai produk untuk gaya hidup,"ucap Ridwan.

Sementara itu, Kepala Badan Karantina Pertanian (Barantan), Ali Jamil mengatakan total volume ekspor raya hasil perkebunan yang dilepas pada hari ini berjumlah 94,9 ribu ton dengan 44 negara tujuan.

"Sistem perkarantinaan pertanian IQFAST mencatat komoditas perkebunan yang laris di pasar dunia selain sawit dan produk turunannya adalah kelapa, kopi, karet, mede dan pinang biji. Sementara rempah juga menunjukkan tren permintaan meningkat khususnya di saat musim pandemi,"kata Ali.

Dari rilis data BPS, sektor pertanian mengalami pertumbuhan yang signifikan pada kuartal 1 tumbuh 2,19% dan kuartal 2 tumbuh 2,15% (YoY) dan lebih dari 70% ekspor pertanian disumbang oleh sub sektor perkebunan.

"Ke depan, agar dapat lebih memberikan dampak dan nilai tambah hasil perkebunan ini, kita akan olah dahulu, baru di ekspor," tutup Ali.

(ega/hns)