Pengangguran Melonjak Tajam, Ekonomi AS Terancam Minus

Aulia Damayanti - detikFinance
Jumat, 11 Des 2020 13:52 WIB
Bendera AS
Ilustrasi/Foto: Ari Saputra
Jakarta -

Klaim tunjangan pengangguran di Amerika Serikat (AS) melonjak sejak pertengahan September lalu. Hal itu menandakan lemahnya pasar tenaga kerja AS yang akan berdampak pada ekonomi di kuartal I-2021.

Mengutip dari CNBC, Jumat (11/12/2020) negara bagian AS mengalami lonjakan klaim pengangguran menjadi 853.000, naik 137.000 per 5 Desember dari pekan sebelumnya. Kenaikan itu menjadi lonjakan mingguan terbesar sejak Maret lalu.

Ekonom Dow Jones. memperkirakan 730.000 klaim akan bertambah. Sedangkan klaim tunjangan AS sendiri naik 230.000 menjadi 5,76 juta, peningkatan pertama sejak Agustus. PHK diprediksi akan semakin meningkat selama Desember ini dan ekonomi AS kemungkinan menunjukkan pertumbuhan datar atau negatif pada kuartal I-2021

"Sepertinya pengangguran mulai menumpuk untuk perekonomian. Ini bukan bulan yang baik. Ini minggu pertama dengan catatan buruk. Rasanya penguncian yang semakin intensif akan membawa ekonomi AS menjadi negatif di kuartal I-2020," Kepala Ekonom Keuangan di MUFG Union Bank, Chris Rupkey.

Rupkey mengharapkan perekonomian meningkat lagi setelah vaksin didistribusikan secara luas. Para ekonom memproyeksi pertumbuhan ekonomi rata-rata 3% pada PDB kuartal I-2021 dan tingkat pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV 3,8%. Beberapa ekonom memprediksi pertumbuhan ekonomi per kuartal akan datar, dan JPMorgan juga memprediksi ekonomi AS kuartal I-2021 akan berkontraksi.

"Kami pikir pelemahan data baru-baru ini kemungkinan besar mencerminkan kemerosotan pasar tenaga kerja yang terkait dengan perkembangan terkait virus. Tetapi faktor-faktor lain juga dapat berperan, dan data dapat berubah-ubah sekitar musim liburan, "kata ekonom JPMorgan.

Departemen Tenaga Kerja melaporkan pada pekan yang berakhir 21 November, jumlah klaim lanjutan di semua program adalah 19 juta klaim, turun 1,1 juta dari minggu sebelumnya. Sedangkan pada Bantuan Pengangguran Pandemi di pekan yang berakhir 5 Desember totalnya ada 427.609 orang yang mengklaim meningkat 139.375 dari minggu sebelumnya.

(ara/ara)