Gara-gara Corona, Bos Lion Air Terdepak dari Daftar 50 Orang Terkaya RI

Vadhia Lidyana - detikFinance
Jumat, 11 Des 2020 14:08 WIB
Poll Rusdi Kirana
Rusdi Kirana/Foto: Istimewa

Selain kakak-beradik pendiri Lion Air Group itu, ada 3 pebisnis lainnya yang juga terdepak dalam daftar 50 orang terkaya Indonesia. Pertama ialah Kardja Rahardjo, yang pada tahun lalu menduduki urutan ke-31. Kardja adalah Presiden Direktur PT Pelayaran Tamarin Samudra Tbk.

Perusahaannya itu bergerak di bidang jasa penyewaan kapal penunjang kegiatan lepas pantai yang mencakup layanan pada chartering, re-chartering, dan pengiriman transhipment Accommodation Work Barge (AWB) dan Anchor Handling Tug Supply (AHTS).

Kedua, Donald Sihombing yang merupakan pendiri dari perusahaan konstruksi PT Totalindo Eka Persada. Perusahaannya itu membangun hotel bintang 5 ternama di DKI Jakarta, yakni Four Seasons. Pada tahun 2019, pria berusia 63 tahun itu menduduki urutan ke-34 dalam daftar Forbes.

Konstruksi merupakan salah satu sektor yang terdampak pandemi Corona. Di pasar modal, kinerja emiten dengan kode saham TOPS itu sudah loyo sejak awal tahun. Berdasarkan data RTI, di awal 2020 saham TOPS masih dijual Rp 308 per lembar. Namun, kini hanya dibuka pada penawaran Rp 50 per lembar. Kondisi itu menunjukkan, saham TOPS telah terkikis hingga 83,7%.

Konglomerat terakhir yang harus terdepak dari daftar Forbes ialah Aksa Mahmud. Ia adalah pendiri Bosowa Corp yang kini menginjak usia ke-75. Pada tahun 2019, ia menduduki urutan ke-44 pada daftar 50 orang terkaya. Di tahun 2020 ini, posisinya itu ditempati oleh Jerry Ng, bankir yang baru saja memulai debutnya dalam klub orang tajir Indonesia itu.

Pria kelahiran Sulawesi Selatan itu merupakan politikus partai Golkar. Ia pernah menjabat sebagai Wakil Ketua MPR selama periode 2004-2009.


(ara/ara)