7 Fakta Menarik Crazy Rich Indonesia

Vadhia Lidyana - detikFinance
Sabtu, 12 Des 2020 09:00 WIB
Petugas Cash Center BNI menyusun tumpukan uang rupiah untuk didistribusikan ke berbagai bank di seluruh Indonesia dalam memenuhi kebutuhan uang tunai jelang Natal dan Tahun Baru. Kepala Kantor perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Papua mengungkapkan jumlah transaksi penarikan uang tunai sudah mulai meningkat dibanding bulan sebelumnya yang bisa mencapai penarikan sekitar Rp1 triliun. Sedangkan untuk Natal dan tahun baru ini secara khusus mereka menyiapkan Rp3 triliun walaupun sempat diprediksi kebutuhannya menyentuh sekitar Rp3,5 triliun. (FOTO: Rachman Haryanto/detikcom)
Ilustrasi/Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

Di tengah pandemi COVID-19, Forbes merilis daftar orang-orang terkaya Indonesia. Ada sejumlah fakta menarik terkait para crazy rich Indonesia ini, mulai dari para pendatang baru hingga harta mereka yang tergerus imbas pandemi COVID-19.

Ada pula tentang Crazy Rich Indonesia termuda dan tertua. Forbes menampilkan para Crazy Rich Indonesia tersebut dalam daftar yang berjumlah 50 orang. Berikut 7 fakta menarik soal crazy rich Indonesia dalam daftar Forbes.


1. Debut 4 Pebisnis Baru

Lesunya kinerja dunia usaha di beberapa sektor ternyata membuka peluang bagi sektor lain. Saat perekonomian loyo, ada 4 pebisnis yang justru masuk dalam daftar 50 orang terkaya Indonesia tahun 2020. Kehadiran sosok-sosok baru itu juga berarti mendepak empat orang lainnya dari daftar tahun lalu.

Pertama, pebisnis yang sukses masuk dalam daftar 50 orang terkaya Indonesia ialah Executive Chairman Japfa Handojo Santosa. Handojo memiliki kekayaan sebesar US$ 735 miliar atau setara Rp 10,37 triliun (kurs Rp 14.00) dan menduduki urutan ke-38 dalam daftar tersebut.

Kedua, kakak-beradik Wiyono dan Hermanto Tanoko, anak pendiri PT Avia Avian atau Avian Brands Soetikno Tanoko, produsen cat ternama Indonesia seperti Avian, Avitex, No Drops, dan sebagainya. Berdasarkan catatan Forbes, kekayaan Wiyono dan Hermanto mencapai US$ 700 juta atau sekitar Rp 9,86 triliun.

Ketiga, Komisaris Utama Bank Jago Jerry Ng. Ia berhasil memulai debut di daftar 50 orang terkaya Indonesia dengan kekayaan sebesar US$ 600 juta atau sekitar Rp 8,45 triliun.

Keempat, Komisaris PT Elang Mahkota Teknologi (Tbk) atau Emtek Susanto Suwarto. Dia memulai debutnya dalam daftar 50 orang terkaya Indonesia tahun 2020 dengan kekayaan sebesar US$ 475 juta atau sekitar Rp 6,69 triliun. Ia menduduki urutan ke-50 dalam daftar tersebut.


2. Orang Kaya Termuda

Dalam daftar 50 orang terkaya itu, tercatat ada 3 orang terkaya Indonesia yang paling muda dengan usia baru menginjak 40-an tahun. Pertama, CEO First Resources Ciliandra Fangiono yang baru berusia 44 tahun. Kekayaan tercatatsebesar US$ 1,05 miliar atau setara Rp 14,28 triliun dan menduduki urutan ke-30.

Kedua, Presiden Direktur PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) Iwan Setiawan Lukminto yang memiliki kekayaan US$ 515 juta atau setara Rp 7,26 triliun, dan menduduki urutan ke-49 dalam daftar tersebut. Pria berusia 45 tahun ini merupakan Ketua Umum Asosiasi Emiten Indonesia (AEI).

Ketiga, Arini Subianto yang baru berusia 49 tahun. Ia adalah putri dari almarhum Benny Subianto, pendiri PT Persada Capital Investama. Setelah Benny wafat pada Januari 2017, Arini menggantikan sang ayah untuk memimpin seluruh unit usaha di bawah naungan PT Persada Capital Investama. Arini memiliki kekayaan sebesar US$ 610 juta atau sekitar Rp 8,6 triliun dan menduduki urutan ke-43 dalam daftar tersebut.


3. Orang Kaya Tertua RI

Tak hanya termuda, daftar itu juga mencatat ada 4 orang tajir Indonesia yang paling sepuh dengan usia yang sudah menginjak 90-an tahun.

Sosok tertua dalam daftar tersebut adalah Pendiri Wings Group Harjo Sutanto, yang masuk urutan ke-48 di usia 94 tahun dengan kekayaan US$ 530 juta atau setara Rp 7,47 triliun. Kedua, CEO Bumitama Agri Lim Hariyanto Wijaya Sarwono yang berusia 92 tahun. Kekayaannya tercatat sebesar US$ 960 juta atau sekitar Rp 13,54 triliun, dan menduduki posisi ke-32 dalam daftar tersebut.

Lalu, Mochtar Riady sang pendiri Grup Lippo yang berusia 91 tahun dengan kekayaannya sebesar US$ 1,38 miliar atau setara Rp 19,46 triliun. Ia menduduki urutan ke-21 dalam daftar itu.

Terakhir, konglomerat Indonesia yang sudah menginjak usia 90-an tahun dalam daftar itu ialah Kartini Muljadi (90). Ia dan anaknya, Handojo Selamet Muljadi adalah pemilik Tempo Scan Group, produsen produk farmasi dengan merek-merek ternama seperti Bodrex, Oskadon, Contrexyn, dan sebagainya. Kekayaan Kartini tercatat sebesar US$ 620 juta atau sekitar Rp 8,75 triliun. Ia menduduki urutan ke-42 dalam daftar 50 orang terkaya di Indonesia 2020.


4. Bos Lion Air Terdepak

Kusnan dan Rusdi Kirana, pendiri dari Lion Air Group harus terdepak dari daftar 50 orang terkaya Indonesia. Padahal, kedua bersaudara itu sempat menduduki urutan ke-38 pada tahun 2019. Penyebab dari keduanya terdepak dari daftar tersebut tak lain karena pandemi yang berdampak ke perusahaan. Pada faktanya, maskapai memang salah satu bisnis yang paling menderita di tengah pandemi.

Selain itu, ada 3 pebisnis lainnya yang juga terdepak dalam daftar tersebut. Pertama ialah Kardja Rahardjo, yang pada tahun lalu menduduki urutan ke-31. Kardja adalah Presiden Direktur PT Pelayaran Tamarin Samudra Tbk. Kedua, pendiri PT Totalindo Eka Persada Donald Sihombing yang menduduki urutan ke-34 pada 2019.

Terakhir pendiri Bosowa Corp Aksa Mahmud. Pada tahun 2019, ia menduduki urutan ke-44 pada daftar 50 orang terkaya.

Fakta menarik kelima, enam dan tujuh ada di halaman selanjutnya. Langsung klik

Selanjutnya
Halaman
1 2