5 Jejak Jokowi 'Ngebet' Gaet Tesla Investasi di RI

Tim Detikcom - detikFinance
Minggu, 13 Des 2020 13:31 WIB
Presiden Jokowi
Foto: Rusman - Biro Pers Sekretariat Presiden

3. November 2020

Jokowi waktu itu mengutus tim tingkat tinggi untuk bertemu dengan eksekutif dari produsen mobil listrik AS, Tesla. Tujuannya untuk mengukuhkan Indonesia menjadi produsen baterai listrik terbesar di dunia. Tim tersebut dipimpin oleh Luhut.

"Ini sangat penting karena kita punya rencana besar untuk menjadikan Indonesia penghasil baterai lithium terbesar dan kita punya (cadangan) nikel terbesar," kata Jokowi dilansir dari Reuters, Jumat (13/11/2020).

4. Masih November 2020

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengatakan pemerintah sedang berusaha merayu Tesla untuk berinvestasi di Indonesia, menyusul 2 produsen besar seperti LG Chem Ltd asal Korea Selatan (Korsel) dan Contemporary Amperex Technology Co. Ltd (CATL).

Pembangunan proyek oleh 2 perusahaan raksasa itu dilakukan tahun depan dan targetnya pada 2023 pabrik yang digarap Korsel dan China tersebut bisa berproduksi. Diharapkan, Tesla menyusul.

"Kemungkinan besar kita rayu lagi Tesla untuk bisa masuk," kata dia dalam diskusi virtual di saluran YouTube DPMPTSP Jatim, Kamis (26/11/2020).

5. Desember 2020

Jokowi pun akhirnya menelepon bos Tesla. Jokowi secara langsung mengundang Elon Musk untuk berinvestasi di Indonesia. Dirinya juga mengajak Tesla untuk melirik Indonesia sebagai lokasi bantalan peluncuran (launching pad) Space X.

"Kedua belah pihak bertukar pandangan mengenai industri mobil listrik dan komponen utama baterai listrik," ungkap Kemenko Kemaritiman dan Investasi dalam keterangan resmi.

Kementerian mengklaim bahwa bos Tesla menanggapi undangan Jokowi. Rencananya, Musk akan mengirimkan timnya ke Indonesia pada Januari 2021 untuk menjajaki semua peluang kerja sama tersebut.


(toy/zlf)