Bisnis Restoran Lagi Suram-suramnya, 30 Supplier Ajukan Bangkrut

Hendra Kusuma - detikFinance
Senin, 14 Des 2020 10:06 WIB
Pabrik bir bangkrut
Foto: Istimewa
Jakarta -

Tidak bisa dipungkiri lagi, 2020 merupakan tahun yang sangat tidak berpihak pada bisnis restoran. Pandemi COVID-19, berhasil membuat pergeseran cara belanja serta kebiasaan konsumsi. Hal itu tentu membuat banyak perusahaan bangkrut dan tutup.

Melansir CNN, Senin (14/12/2020), data terbaru dari Coresight Research mengumumkan ada 8.400 pengecer atau supplier di Amerika yang tutup pada tahun 2020. Sepert Ascena Reatail menutup hampir 1.200 tokonya di beberapa lokasi.

Bisnis restoran di Amerika Serikat (AS) memang sedang suram-suramnya selama pandemi COVID-19. Sekitar 17% atau setara 110.000 restoran di negeri Paman Sam sudah tutup secara permanen di 2020, dan ribuan lainnya sudah berada di ujung tanduk. Hal itu berdasarkan laporan national Restaurant Association.

Penyebab utama banyaknya restoran tutup serta berdampak pada 30 perusahaan supplier adalah lockdown atau pembatasan sosial yang dilakukan pemerintah. Mereka mengajukan bangkrut.

Pada Januari, ada beberapa perusahaan yang terdampak seperti Papyrus resmi menutup 250 toko di seluruh AS dan Kanada. Lalu ada Bar Louire sudah mengambil tindakan kepada setengah dari 90 restorannya di AS. Selanjutnya ada Krystal salah satu rantai makanan cepat saji yang berusia 88 tahun ini dalam pengajuan kebangkrutan.

Daftar perusahaan yang ajukan kebangkrutan di halaman berikutnya>>>

Selanjutnya
Halaman
1 2