Bingung Kamu Penerima BLT Subsidi Gaji atau Bukan? Begini Cara Ngeceknya

Danang Sugianto - detikFinance
Senin, 14 Des 2020 10:59 WIB
Ilustrasi uang tunai
Foto: Getty Images/iStockphoto/CraigRJD
Jakarta -

Bantuan subsidi upah (BSU) atau BLT subsidi gaji saat ini penyalurannya sudah memasuki termin kedua tahap V. Namun di luar sana mungkin masih ada yang penasaran dirinya tak mendapatkan bantuan subsidi gaji ini.

Biar nggak penasaran lagi, sebenarnya ada cara untuk mengetahui apakah kita terdaftar dalam program BLT subsidi gaji ini. Pertama kunjungi laman www.kemnaker.go.id.

Setelah masuk dalam web pilih daftar. Kemudian Anda akan masuk ke halaman registrasi, di situ pilih daftar sekarang. Buatlah akun dengan mengisi seluruh data yang dibutuhkan seperti nomor induk kependudukan (NIK) KTP dan lain-lain.

Setelah itu masukan alamat email, nomor HP dan password yang dinginkan. Setelah klik daftar, kode OTP akan dikirim ke ponsel dari nomor yang telah didaftarkan.

OTP yang didapat untuk mengaktifkan akun yang telah dibuat. Setelah akun aktif, masuk kembali ke laman www.kemnaker.go.id dengan akun Anda. Kemudian isi lengkap profil diri Anda termasuk foto profil.

Setelah akun dan profil diri dilengkapi, maka akan terlihat di akun tersebut jika Anda penerima bantuan subsidi gaji.

Sekadar informasi, berdasarkan data per 8 Desember 2020, BSU pada termin kedua ini penyalurannya telah mencapai 11.023.780 pekerja/buruh. Secara rinci, tahap I pada termin kedua penyaluran subsidi gaji atau upah mencapai 2.177.915 penerima, tahap II 2.711.358 penerima, tahap III sebanyak 3.146.314 penerima, tahap IV mencapai 2.439.982 penerima, dan tahap V mencapai 548.211 penerima.

Adapun besaran anggaran yang telah disalurkan melalui tahap pertama pada termin kedua penyaluran subsidi gaji atau upah anggarannya mencapai Rp2,613 triliun, tahap II Rp3,253 triliun, tahap III sebanyak Rp3,775 triliun, tahap IV mencapai Rp2,927 triliun, dan tahap V mencapai Rp657,853 miliar. Sehingga total anggaran yang telah tersalurkan untuk termin 2 adalah Rp13,228 triliun.

(das/zlf)