4 Tanda Ekonomi RI Mulai Pulih dari Corona

Trio Hamdani - detikFinance
Senin, 14 Des 2020 16:36 WIB
Poster
Foto: Edi Wahyono
Jakarta -

Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto membeberkan 4 indikator yang membuktikan bahwa ekonomi Indonesia mulai pulih dari gejolak pandemi virus Corona. Pemulihan mulai tampak setelah kuartal III.

Dia menjelaskan Indonesia telah melampaui titik terendah pada kuartal III dengan kontraksi 3,49%, lebih baik dibandingkan kuartal II kontraksi 5,32%. Lalu apa yang membuat pemerintah meyakini perekonomian mulai pulih? Pertama adalah peningkatan permintaan domestik.

"Peningkatan permintaan domestik dan keyakinan konsumen juga tercermin dari konsumsi rumah tangga yang sudah meningkat, dan tingkat inflasi yang tetap terjaga di 1,59 year on year di bulan November. Nah tentu kita melihat bahwa ini merupakan hal yang positif," kata Airlangga dalam webinar yang tayang di saluran YouTube Bisniscom, Senin (14/12/2020).

Kedua dari segi sektoral, dirinya menjelaskan beberapa sektor memberikan pertumbuhan positif, yaitu pertanian dan perkebunan, pendidikan, informasi dan komunikasi, kesehatan dan kegiatan sosial.

"Di samping itu, industri pengolahan, konstruksi, dan perdagangan yang juga merupakan kontributor terbesar terhadap PDB juga mengalami positive trend," paparnya.

Dan ketiga di pasar keuangan, walaupun terjadi penurunan, Airlangga menjelaskan indikator IHSG sudah kembali kepada level pre-COVID yaitu di level 5.900-an, dan dana cadangan devisa RI cukup aman di kisaran US$ 130 miliar.

"Dan kurs rupiah juga kembali menguat di Rp 14.100 dan tentu kita melihat bahwa aliran modal sudah kembali ke Indonesia, dan tentu ini merupakan confident yang terus didorong, dan menunjukkan aktivitas sektor riil untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di tahun 2021," jelasnya.

Indikator keempat yang menunjukkan ekonomi RI mulai pulih terlihat pada sektor eksternal, yakni neraca perdagangan yang terjaga surplus.

"Neraca perdagangan positif berlanjut di tahun 2020 yang mencapai di bulan Oktober US$ 3,61 miliar dan secara Januari sampai Oktober akumulasi sebesar US$ 17,07 miliar, dan pencapaian ini menunjukkan ketahanan sektor eksternal kita dan tentu kita mendorong optimisme," tambahnya.

(toy/dna)