Neraca Dagang RI Tekor Dari China, Hong Kong dan Australia

Hendra Kusuma - detikFinance
Selasa, 15 Des 2020 13:37 WIB
Neraca perdagangan pada Oktober 2017 tercatat surplus US$ 900 juta, dengan raihan ekspor US$ 15,09 miliar dan impor US$ 14,19 miliar.
Ilustrasi/Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto mengatakan neraca dagang Indonesia tekor atau defisit dengan tiga negara, yaitu China, Hong Kong, dan Australia di November 2020.

"Dengan Tiongkok kita alami defisit," kata Suhariyanto dalam video conference, Selasa (15/12/2020).

Suhariyanto merinci, neraca perdagangan Indonesia dengan China defisit sebesar US$ 572,6 juta di November 2020. Hal itu dikarenakan nilai ekspornya US$ 3,31 miliar dan impornya US$ 3,89 miliar. Sementara nilai defisit dengan Hong Kong sebesar US$ 198 juta karena nilai ekspornya US$ 124 juta dan impor sebesar US$ 322 juta, dan dengan Australia defisit sebesar US$ 142,6 juta karena nilai ekspornya US$ 230,2 juta dan impornya US$ 372,8 juta.

Meski tekor sama China, neraca dagang Indonesia masih surplus alias menang dengan Amerika Serikat (AS), India, dan Filipina di November 2020.

"Kita surplus pada AS pada November US$ 948,7 juta, dengan India kita surplus, sementara dengan Filipina juga masih surplus," katanya.

Jika dilihat secara rinci, surplus sebesar US$ 948,7 juta dengan negeri Paman Sam karena nilai ekspornya US$ 1,60 miliar dan impornya US$ 657 juta. Dengan India surplus US$ 603,8 juta karena nilai ekspornya sebesar US$ 963,4 juta dan impornya US$ 359,6 juta. Sementara dengan Filipina surplus US$ 523,4 juta karena nilai ekspornya US$ 574,3 juta dan impornya US$ 523,4 juta.

BPS mencatat neraca perdagangan Indonesia surplus US$ 2,61 miliar pada November 2020. Surplus dikarenakan nilai ekspor lebih besar daripada impor. Adapun nilai ekspor tercatat US$ 15,28 miliar dan nilai impor sebesar US$ 12,66 miliar.

Jika dilihat secara kumulatif, BPS melaporkan neraca dagang Indonesia masih surplus US$ 19,66 miliar selama Januari-November 2020. Hal itu berasal dari nilai ekspor yang sebesar US$ 146,7 miliar dan impor senilai US$ 127,1 miliar.

(hek/eds)