Minta UMKM Jual Produk Custom, Teten: Jangan Bikin yang Ecek-ecek!

Vadhia Lidyana - detikFinance
Selasa, 15 Des 2020 18:32 WIB
Teten Masduki
Foto: Kemenkop UKM
Jakarta -

Para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sektor produksi sebagian besar membuat produk buatan tangan atau handmade. Biasanya, produk-produk tersebut harganya cukup tinggi.

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menyampaikan, untuk UMKM tersebut harus berani masuk ke dalam kategori produk yang high-end atau mewah, jangan menjual produk yang berkualitas murahan.

"Custom product ini adalah keunggulan UMKM. UMKM tidak mungkin bisa bersaing dengan mass production yang pasti lebih efisien. Standardisasi, rantai distribusi, rantai perdagangan mereka. Tapi kan tren custom, handmade juga itu barang mahal. Tapi kita harus masuk ke high-end product. Jangan bikin yang ecek-ecek," tegas Teten dalam acara Ngopi Bareng Teten Masduki X Pemenang Pahlawan Digital UMKM 2020, Selasa (15/12/2020).

Menurut Teten, jika para UMKM yang memproduksi produk handmade tak berani terjun ke kategori barang mewah, maka akan sulit memasarkannya. Pasalnya, harga produk handmade pun tak cocok di pasar barang murah.

"Begitu ini dikomersialkan, ini nggak bisa diteruskan. Kecuali jadikan high end product. Desainnya harus diperbaiki, desainnya harus seperti ini. Kalau mau diteruskan, kemiskinan itu, percaya deh. Jangan begitu. Maka custom itu harus masuk ke high end product, kita harus berani di situ," terang Teten.

Kepada 10 finalis Pahlawan Digital dan UKM Award, ia berpesan agar UMKM ke depan harus memiliki keunggulan domestik, menerapkan teknologi digital untuk memperluas pasar dan memudahkan mengelola usaha.

Teten menegaskan tidak bisa lagi usaha kecil-kecil dengan daya saing rendah. Harus ada konsolidasi produk.

"UMKM harus masuk dalam bagian rantai pasok dan bergerak bersama dengan menjalin kemitraan. Kalau berhadapan langsung dengan usaha besar pasti kalah," ucap Teten.

(eds/eds)