Bisnis Boneka Seks Raup Cuan di Tengah Pandemi

Hendra Kusuma - detikFinance
Selasa, 15 Des 2020 19:30 WIB
TOKYO, JAPAN - JUNE 25:  Senji Nakajima watches TV with his Love Doll Saori at his apartment on June 25, 2016 in Tokyo, Japan. Senji Nakajima, 61 years old, lives with his life-size love doll named Saori in his apartment in Tokyo, Japan. Nakajima, married with two children, who lives away from home for work, first started his life with Saori six years ago. At first, he used to imagine as if the doll was his first girl friend, and used it only for sexual purposes to fill the loneliness, but months later, he started to find Saori actually has an original personality. She never betrays, not after only money. Im tired of modern rational humans. They are heartless, Nakajima says, for me, she is more than a doll. Not just a silicon rubber. She needs much help, but still is my perfect partner who shares precious moments with me and enriches my life.  (Photo by Taro Karibe/Getty Images)
Ilustrasi/Foto: Taro Karibe/Getty Images
Jakarta -

Bisnis boneka seks ketiban untung besar di tengah pandemi COVID-19. Di saat banyak industri memutar otak untuk bertahan dari serangan COVID-19, hal itu tidak terjadi pada industri ini.

Di tengah pandemi, industri boneka seks justru kebanjiran pesanan dari banyak masyarakat yang dinilai sudah jenuh menjalani kebijakan pembatasan sosial atau lockdown. Industri boneka seks bahkan membuka lapangan pekerjaan baru karena pesanan yang diterimanya sangat banyak. Berikut 3 faktanya:

1. Membuka lapangan kerja

Industri boneka seks mendapat banyak pesanan bahkan mampu membuka lapangan kerja baru demi memenuhi seluruh pesanan yang masuk saat pandemi COVID-19. Salah satu produsen boneka seks asal Amerika Serikat (AS), Sex Doll Genie, kebanjiran pesanan selama pandemi COVID-19. Pesanan boneka seks mereka melonjak hingga menembus rekor tertinggi sepanjang sejarah.

"Kami membuka lowongan untuk diisi secepatnya, ada beberapa posisi baru juga kami siapkan di divisi layanan pelanggan untuk daerah Amerika Serikat (AS) dan Uni Eropa," kata salah satu pendiri Sex Doll Genie, Janet Stevenson, dikutip dari Forbes, Senin (14/12/2020).

2. Pesanan Melonjak

Sex Doll Genie mencatat ada lonjakan pesanan boneka seks hingga 51,6% di awal-awal pandemi virus COVID-19. Hingga April 2020 lalu omzetnya naik 33,2% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Ternyata, pemesanan tidak hanya datang dari pelanggan laki-laki jomblo saja, tapi ada juga yang datang dari mereka yang sudah menikah atau pacaran.

"Stok kami banyak, tapi kami tidak bisa memproduksi lebih banyak lagi dengan adanya lonjakan pemesanan," katanya.

Manajemen Sex Doll Genie sudah menambah jumlah pegawai di divisi customer support menyusul dibukanya layanan 24 jam. Namun, jumlah pesanan yang makin banyak membuat mereka kewalahan juga.

Alhasil Sex Doll Genie butuh banyak pegawai di divisi layanan pelanggan tersebut. Tugas utamanya adalah mengurus pesanan yang masuk dari website, live chat, e-mail, dan telepon.

3. Kurangi kecemasan

Menurut Dokter Kate Devlin, penulis buku 'Turned On: Science, Sex, and Robots', tidak ada yang salah dengan membeli boneka seks di tengah pandemi seperti sekarang ini. Menurutnya hal itu bisa mengurangi tingkat kecemasan dan kesepian seseorang ketika tidak bisa berinteraksi langsung dengan manusia lain.

Ia menambahkan, selama ini boneka seks memang identik dibeli oleh pria jomblo. Namun tidak salah juga jika ada pasangan suami istri atau orang catat membeli boneka seks dengan alasan kebutuhan tertentu.

(hek/hns)