Menaker Lepas 114 PMI Suster hingga Careworker ke Jepang

Nurcholis Ma - detikFinance
Selasa, 15 Des 2020 21:20 WIB
Ida Fauziyah
Foto: Kemnaker
Jakarta -

Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah melepas 114 pekerja migran Indonesia (PMI) Nurse dan Careworker Batch ke-13 melalui program G to G Jepang untuk penempatan tahun 2020. Pelepasan PMI ini merupakan kali pertama di masa COVID-19 ini dan dilakukan secara virtual.

Dalam sambutannya, Ida mengatakan pelepasan 114 dari 307 orang PMI ini merupakan gelombang pertama. Terdiri dari 23 kandidat Nurse (kangoshi) dan 284 kandidat Careworker (kaigofukushisi). Direncanakan pada gelombang kedua dan ketiga berikutnya, sebanyak 193 PMI akan dilakukan pelepasan pada Selasa (22/12/2020) dan Rabu (23/12/2020) pekan depan.

"Alhamdulillah di masa pandemi COVID-19, hari ini kami melepas 114 PMI. Selasa dan Rabu pekan depan kami juga akan melepas 193 PMI. Seluruh 307 PMI yang berangkat ke Jepang menjalani Medical Check Up dan tes PCR sehari sebelum pemberangkatan," kata Ida dalam keterangannya, Selasa (15/12/2020).


Kepada PMI, Ida berpesan agar para kandidat menjadikan kesempatan bekerja ke Jepang ini bukan hanya untuk memperoleh penghasilan. Tetapi untuk memperoleh keterampilan, pengetahuan, dan membentuk karakter kerja seperti orang asli Jepang yang disiplin dan produktif.

Ida mengatakan kerja sama antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Jepang dalam pelaksanaan penempatan dan perlindungan PMI ke Jepan, di bawah kerangka kerja sama Indonesia-Japan Economic Partnership Agreement (IJEPA) telah berjalan selama 13 tahun.

, dan jumlah tersebut akan bertambah sejumlah 307 orang dengan diberangkatkannya Kandidat IJEPA Batch ke-13. Ida mengungkapkan berdasarkan data BP2MI, hingga tahun 2020, sebanyak 716 orang telah berhasil lulus ujian nasional sebagai Registered Nurse.

"Atas nama Pemerintah Indonesia, saya sampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemerintah Jepang yang telah memberikan kesempatan bagi PMI untuk memperoleh pengalaman bekerja di Jepang," ujar Ida.


Sementara itu, Dirjen Binapenta Kemnaker, Suhartono mengatakan seluruh 307 PMI yang akan diberangkatkan dalam tiga gelombang yaitu tanggal 15, 22, dan 23 Desember 2020, telah menyelesaikan pelatihan Bahasa Jepang dan lulus tes kemampuan Bahasa Jepang.

Suhartono menambahkan, proses penempatan PMI Program G to G IJEPA ini telah mengikuti/mematuhi panduan pelaksanaan penempatan di masa adaptasi kebiasaan baru, sesuai dengan Kepmenaker No.294/Tahun 2020. Menurut Suhartono, seluruh PMI program G to G IJEPA ini, sebelum keberangkatan telah dilakukan PCR test yang pelaksanaannya difasilitasi oleh Pemerintah bekerja sama dengan Bank BNI.

"Hal ini untuk memastikan PMI bebas COVID-19 sebelum diberangkatkan Jepang," kata Suhartono.

Sedangkan Kepala BP2MI, Benny Rhamdani, memberikan apresiasi bagi PMI yang telah mengikuti Pre Departure Orientation (PDO) dan berharap pengetahuan yang diperoleh selama orientasi dibawa dan diterapkan di Jepang karena orientasi ini adalah bekal untuk memahami peran dan tanggung jawab dalam pekerjaan.

"Pengetahuan dari orientasi ini sebagai bekal untuk tidak terjerumus ke dalam gaya hidup bebas, tidak sehat, dan penggunaan narkotika. Bekal untuk memanfaatkan kelas online Universitas Terbuka, mengelola penghasilan dengan baik, menjadi duta wisata, dan tentu saja bagaimana untuk melindungi diri sendiri," ujar Benny.

(mul/mpr)