Ingin Mulai Bisnis? Begini Cara Cari Partner Bisnis Solid

Inkana Putri - detikFinance
Kamis, 17 Des 2020 21:20 WIB
Xtraordinary Festival
Foto: Inkana Putri
Jakarta -

Memulai suatu bisnis memang butuh cukup banyak pertimbangan. Mulai dari ide, modal, metode, hingga partner. Chief Executive Officer Warteg Wahyoo, Peter Shearer mengatakan mencari partner bisnis bisa dibilang cukup sulit layaknya mencari pasangan hidup. Ia mengatakan mencari partner bisnis yang solid sangatlah sulit karena partner bisnis sangat diutamakan yang bisa diajak kerja sama dalam jangka panjang.

"Paling susah itu cari partner yang tepat, orang bilang itu kayak nyari pasangan susah banget sebenernya. Karena kita kan ingin jangka panjang, mencari seseorang yang bisa support each other, completing each other," ujarnya dalam acara Xtraordinary Festival dalam sesi When Business Meet Social Movement, Kamis (17/12/2020).

Lebih lanjut ia menjelaskan partner bisnis bisa didapatkan melalui komunitas. Namun sebelum mencari partner bisnis, ada baiknya untuk mengetahui dahulu kelebihan dan kekurangan yang ada pada diri sendiri.

Mengingat saat mengetahui kekurangan diri sendiri, kita bisa mencari partner yang dapat melengkapi kekurangan tersebut. Dengan begitu, saat menjalani bisnis nantinya pun akan lebih mudah.

"Memang gak ada cara lain bahwa kita harus bergaul, terjun ke komunitas, dan harus tau kelebihan kita apa dan kekurangan kita apa. Ketika kita tahu kekurangan kita apa dan bertemu dengan teman atau network yang bisa compliance, itu sebenarnya paling baik. Jadi jangan harap kita cuma di belakang laptop dan berharap (partner) datang tiba-tiba," jelasnya.

Sama halnya dengan Peter, Owner BLP Cosmetic, Lizzie Para pun menekankan untuk mencari partner bisnis yang bisa menutupi kekurangan. Lizzie yang memiliki latar belakang seni mengaku kesulitan mengelola finansial bisnisnya.

Ia juga bercerita saat mendirikan BLP Cosmetic selain menjadi founder dirinya juga ikut andil sebagai CEO. Menyadari kapabilitasnya terhadap dunia CEO, ia pun akhirnya melakukan pergantian posisi dan lebih memfokuskan diri sebagai kreatif.

"Pada tahun 2016, aku itu CEO dari BLP. Namun, pada saat kita bicara soal CEO kita omongin soal angka, growth, dan perusahaan bisa bergerak. Sedangkan aku itu orang seni, yang butuh berkreasi dan itu sangat mengganggu kreativitas aku pada waktu itu. Akhirnya 2019 kita memutuskan untuk switch position, yaitu adek aku yang tadinya CCO naik jadi CEO dan aku fokus ke bagian kreatif," paparnya.

Lizzie juga mengatakan seorang founder juga harus sadar akan kemampuan dirinya. Bahkan, ia menyebut founder perusahaan tidaklah harus menjadi seorang CEO.

"Jadi penting banget untuk seorang founder tahu kemampuannya bahwa apa yang kita bisa dan gak bisa. Dan bukan berarti founder itu harus jadi seorang CEO," katanya.

Di sisi lain, CEO Ceklab.id, dr. Caesar Givany mengatakan integritas menjadi nomor satu dalam mencari partner bisnis. Pasalnya, dalam berbisnis tentu akan ada banyak pekerjaan yang dilakukan bersama. Oleh karena itu, memastikan partner orang yang jujur dan dapat dipercaya adalah kunci dari segalanya.

"Yang dilihat nomor satu ialah integritas. Pastikan partner kalian itu jujur, tidak ada yang ditutup-tutupi. Pastikan Anda lega dan bisa dengan senang hati mempercayakan tugas ataupun rahasia internal ke partner Anda. Sehingga tidak ada main-main belakang," katanya.

Ia juga menyarankan dalam memulai bisnis akan lebih baik jika memiliki sedikit partner. Dengan begitu, segala hal akan lebih mudah dan simpel untuk dilakukan. Hal ini juga guna menghindari ketimpangan kerja tim.

"Dan kalau bisa jumlah tim di awal jangan terlalu banyak. Jangan kayak mengerjakan tugas sekolah. Jadi cukup 2-3 orang saja, tapi seiring berkembangnya bisnis butuh banyak baru gak apa-apa ditambah," pungkasnya.

(mul/mpr)