Hadirnya Kendaraan Listrik Bisa Tekan Tekor Neraca Dagang RI

Hendra Kusuma - detikFinance
Jumat, 18 Des 2020 08:30 WIB
Mobil SUV listrik terbaru Toyota untuk pasar Eropa
Foto: Pool (Autoblog)
Jakarta -

Pengembangan kendaraan listrik Indonesia dinilai menjadi solusi mengatasi tekor atau defisit neraca perdagangan khususnya pada komoditas migas. Indonesia hingga saat ini masih ketergantungan dengan bahan bakar minyak (BBM) alias fosil yang bahan bakunya berasal dari impor.

Pengembangan kendaraan listrik bisa menjadi solusi pemerintah untuk mentransformasi energi dari fosil ke energi baru terbarukan (EBT) hingga yang ramah lingkungan.

Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan kendaraan listrik menjadi salah satu solusi untuk menyelesaikan tekor atau defisit neraca perdagangan Indonesia.

"Dalam beberapa dekade terakhir defisit neraca perdagangan akibat tingginya impor BBM telah menjadi sebuah permasalahan klasik yang belum terselesaikan hingga saat ini," kata Luhut dalam acara public launching KBLBB secara virtual, Kamis (17/12/2020).

Pemerintah, dikatakan luhut saat ini sudah meluncurkan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB). Peluncuran ini menjadi komitmen pemerintah dalam mentransformasi energi.

Transformasi ini, lanjut Luhut bisa menekan defisit neraca perdagangan yang selama ini masih defisit terutama karena impor bahan bakar minyak (BBM) nasional masih sangat tinggi.

"Saat ini pemerintah sangat serius mendorong implementasi kendaraan listrik berbasis baterai," jelasnya.

Selain menjadi solusi bagi permasalahan neraca perdagangan, Luhut mengatakan pengembangan KBLBB diharapkan mempercepat proses pemulihan ekonomi nasional.

"Kebijakan ini diharapkan menjadi langkah strategis pemerintah dalam pemulihan ekonomi di tengah pandemi dan sekaligus sebagai upaya meningkatkan kualitas kesehatan melalui lingkungan hidup yang bebas polusi," katanya.

"Implementasi KBLBB akan menjadi solusi dalam transformasi energi, melalui transformasi harapan ekonomi recovery ke depannya akan lebih cepat terealisasi," tambahnya.

(hek/zlf)