Sad! Coca-Cola Akan PHK 2.200 Karyawan

Anisa Indraini - detikFinance
Jumat, 18 Des 2020 09:18 WIB
coca cola rasa jeruk vanilla
Foto: Istimewa
Jakarta -

Perusahaan minuman, Coca-Cola akan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 2.200 karyawan di seluruh dunia. Hal itu sebagai bagian dari restrukturisasi yang dipercepat akibat dampak pandemi virus Corona (COVID-19).

Di Amerika Serikat (AS), Coca-cola akan melakukan PHK kepada sekitar 1.200 karyawan, terhitung sekitar 12% tenaga kerja di pasar dalam negeri.

"Kami sedang dalam proses membangun struktur organisasi yang akan menangani kebutuhan dan perilaku pelanggan. Pandemi bukanlah penyebab perubahan ini, tetapi telah menjadi katalis bagi perusahaan untuk bergerak lebih cepat," kata juru bicara perusahaan dikutip dari CNBC, Jumat (18/12/2020).

Pada akhir 2019, perusahaan yang berbasis di Atlanta ini memiliki 86.200 karyawan secara global. Tetapi pandemi telah merusak pendapatannya, pada kuartal III-2020 penjualan bersihnya turun 9%.

Coke telah berhenti memproduksi minuman seperti Tab dan merek Odwalla-nya yang tidak laku lagi dan tidak memberikan banyak peluang untuk berkembang. Perusahaan berencana membangun unit operasi baru yang berfokus pada tingkat regional dan lokal yang akan bekerja sama dengan lima tim kepemimpinan pemasaran global.

Langkah PHK ini merupakan tindak lanjut dari Coca-cola pada Agustus lalu dengan menawarkan pemberhentian sukarela kepada 4.000 pekerja di AS, Kanada, dan Puerto Rico untuk merampingkan operasi, turun dari 17 unit menjadi 9 unit.

Perombakan tenaga kerja ini diperkirakan akan menghabiskan biaya sebesar US$ 350 juta hingga US$ 550 juta untuk biaya pesangon. Namun, akan menghemat pengeluaran tahunan yang sama jumlahnya.

Saham perusahaan Coca-cola naik kurang dari 1% di perdagangan New York pada Kamis (17/12) kemarin. Saham telah turun 3,8% sejauh ini pada tahun 2020.

(zlf/zlf)