BPS Gelar Sensus Ekonomi 2006
Rabu, 01 Feb 2006 12:02 WIB
Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) akan melakukan sensus ekonomi tahun 2006. Sensus ekonomi ini hanya dilakukan setiap 10 tahun sekali guna memperoleh data kuantitatif ekonomi yang akan menjadi bagian dari strategi kebijakan ekonomi Indonesia."Sensus ekonomi 2006 merupakan benchmark kuat yang cermat. Jadi ini merupakan landasan kuantitatif tentang apa yang akan dilaksanakan di berbagai sektor," ujar Menko Perekonomian Boediono.Hal itu disampaikan dia usai membuka rapat teknis BPS tentang sosialisasi sensus ekonomi 2006 di Hotel Golden, Kemayoran, Jakarta, Rabu (1/2/2006).Sensus ekonomi ini mengacu pada UU Nomor 16 Tahun 1997 tentang Penyelenggaraan Statistik, yang mengamanatkan BPS untuk melakukan sensus ekonomi tiap 10 tahun. Sensus ekonomi terakhir dilakukan BPS pada tahun 1996.Kepala BPS Choiril Maksum mengatakan, sensus ekonomi ini bermanfaat bagi pemerintah karena bisa dijadikan dasar untuk perencanaan ekonomi. Selain itu, dengan sensus ekonomi ini juga bisa diketahui potensi ekonomi, peta penyebaran usaha di tiap sektor usaha dan penyerapan tenaga kerja.Sensus ini dinilai Choiril akan bermanfaat bagi dunia usaha karena bisa menjadi dasar perencanaan untuk pengembangan usaha, pangsa pasar dan potensi pasar.Rencananya sensus ekonomi akan dilakukan BPS pada Mei-Juni 2006. BPS akan mendata seluruh perusahaan di Indonesia secara serentak. Sementara pendataan perusahaan perusahaan secara rinci akan dilakukan pada tahun 2007.Choiril menjelaskan, cakupan sensus ini adalah semua sektor usaha, seperti pertambangan dan penggalian, industri pengolahan, listrik, gas, konstruksi, hotel, angkutan, komunikasi, perdagangan dan jasa perusahaan. Untuk sensus ekonomi ini diperkirakan menelan anggaran sebesar Rp 400 miliar."Awal Desember 2006 akan diperoleh hasil berupa info tentang jumlah perusahaan menurut tenaga kerja, berdasarkan aset, omzet dan jaringan usaha," ujar Choiril.
(qom/)











































