Pengusaha Sebut Aksi 1812 Bikin Investor Waswas

Tim detikcom - detikFinance
Jumat, 18 Des 2020 14:07 WIB
Massa aksi 1812 di Patung Kuda sempat dorong-dorongan dengan polisi
Foto: Massa aksi 1812 di Patung Kuda sempat dorong-dorongan dengan polisi (Arun/detikcom)
Jakarta -

Pengusaha berpendapat aksi 1812 yang berlangsung hari ini bisa memberi sinyal buruk bagi investor. Massa aksi 1812 menuntut Habib Rizieq dibebaskan dari tahanan.

Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Kadin DKI Jakarta Sarman Simanjorang menjelaskan bahwa investor bakal menyoroti gejolak yang terjadi di suatu negara sebelum berinvestasi.

"Ya tentu kalau di negara kita ini sering demo dan tentu juga itu akan menjadi sorotan bagi investor-investor yang ingin masuk karena mereka kan butuh sesuatu kenyamanan, butuh suatu kepastian," kata dia saat dihubungi detikcom, Jumat (18/12/2020).

Menurutnya aksi-aksi yang terjadi bakal mengganggu psikologis para investor. Bisa-bisa mereka yang tadinya mau berinvestasi di Indonesia jadi mengurungkan niatnya.

"Ini dari sisi investor ini juga psikologisnya akan terganggu kalau nantinya ingin masuk tapi kalau sering kita demo ini juga akan mengganggu mereka," paparnya.

Namun, dampak langsung kepada dunia usaha jika terjadi aksi 1812 menurutnya tidak akan signifikan. Sebab, saat ini memang sedang pandemi.

"Karena masyarakat kita juga banyak berdiam di rumah sementara saat ini. Tapi kalau keadaan normal pasti akan mengganggu karena orang-orang akan takut ke mal, akan takut keluar rumah. Tapi kalau saat ini kan memang bisa dikatakan bahwa tidak begitu mengganggu langsung kepada dunia usaha," tambahnya.

Kecuali, aksi 1812 tersebut tidak mematuhi protokol kesehatan sehingga menyebabkan kasus positif virus Corona meningkat. Jika itu terjadi, bisa-bisa pemerintah kembali menerapkan PSBB secara ketat yang berimbas negatif ke dunia usaha.

(toy/ara)