Holding Rumah Sakit BUMN Kini Kelola 69 RS

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Jumat, 18 Des 2020 15:39 WIB
Sejumlah tamu beraktivitas di dekat logo baru Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di Gedung Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis (2/7/2020). Kementerian BUMN meluncurkan logo baru pada Rabu (1/7) yang menjadi simbolisasi dari visi dan misi kementerian maupun seluruh BUMN dalam menatap era kekinian yang penuh tantangan sekaligus kesempatan. ANATAR FOTO/Aprillio Akbar/nz
Ilustrasi/Foto: ANTARA FOTO/Aprillio Akbar
Jakarta -

Proses holding rumah sakit BUMN masuk fase III di mana PT Pertamina Bina Medika (Pertamedika) IHC melakukan kerja sama operasional dengan 34 rumah sakit yang dikelola oleh 18 BUMN. Adapun kerja sama manajemen operasional meliputi 5 ruang lingkup yakni operasional, tenaga SDM perbantuan, pemasaran, pengembangan keilmuan, dan sistem informasi dan teknologi.

Melalui kerja sama ini maka koordinasi pengelolaan seluruh rumah sakit BUMN sebanyak 69 rumah sakit di mana memiliki 6909 tempat tidur dilakukan melalui PT Pertamedika IHC selaku holding rumah sakit BUMN.

Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan, melalui holding rumah sakit BUMN diharapkan tidak hanya memberi kemudahan layanan kesehatan pada masyarakat tapi juga memperkuat ketahanan kesehatan nasional.

"Pembentukan Holding RS BUMN ini diharapkan tak hanya mampu menjadi semangat dalam memberikan kemudahan untuk melayani masyarakat namun juga mampu meningkatkan peran dalam menjaga ketahanan kesehatan nasional yang dapat diwujudkan lewat 4 objektif strategis, yaitu penyediaan layanan kesehatan berkualitas, peningkatan jaringan dan skala, pengembangan kapabilitas dan inovasi, serta integrasi dan kolaborasi ekosistem kesehatan nasional," katanya dalam keterangan tertulis, Jumat (18/12/2020).

Direktur Utama Pertamedika IHC Fathema Djan Rachmat menilai, holding rumah sakit BUMN ini akan mendukung efisiensi di industri kesehatan sehingga pelayanan menjadi lebih baik.

"Kolaborasi bersama ini merupakan strategi utama Pertamedika IHC untuk membangun quality of care dan membangun efisiensi di industri kesehatan yang lebih baik, sehingga pelayanan kesehatan yang memiliki standar pelayanan terbaik yang sama pada seluruh jaringan dapat terwujud dan kita dapat berkontribusi dalam membangun ketahanan kesehatan nasional yang lebih kuat yang mampu berkompetisi secara global," paparnya.

Berikut daftar rumah sakit yang kini di bawah koordinasi holding rumah sakit BUMN:

1. PT Cut Meutia Medika Nusantara, dengan induk BUMN PT Perkebunan Nusantara I

2. PT Tembakau Deli Medica, dengan induk BUMN PT Perkebunan Nusantara II

3. PT Sri Pamela Medika Nusantara, dengan induk BUMN PT Perkebunan Nusantara III

4. PT Prima Medika Nusantara, dengan induk BUMN PT Perkebunan Nusantara IV

5. PT Nusa Lima Medika, dengan induk BUMN PT Perkebunan Nusantara V

6. PT Agro Medika Nusantara, dengan induk BUMN PT Perkebunan Nusantara VII

7. PT Kalimantan Medika Nusantara, dengan induk BUMN PT Perkebunan Nusantara XIII

8. PT Pindad Medika Utama, dengan induk BUMN PT Pindad (Persero)

9. PT Bukit Asam Medika, dengan induk BUMN PT Bukit Asam Tbk

10. RS LNG Badak, dengan induk BUMN PT Badak LNG

11. PT Prima Husada Cipta Medan, dengan induk BUMN PT Pelabuhan Indonesia I (Persero)

12. PT Petro Graha Medika, dengan induk BUMN PT Petrokimia Gresik

13. PT Kaltim Medika Utama, dengan induk BUMN PT Pupuk Kaltim

14. PT Graha Pusri Medika, dengan induk BUMN PT Pupuk Sriwijaya

15. PT Cipta Nirmala, dengan induk BUMN PT Semen Gresik

16. RS Antam Medika, dengan induk BUMN PT Antam

17. RSI Garam Kalianget, dengan induk BUMN PT Garam (Persero)

18. RS Semen Padang, dengan induk PT Semen Indonesia.

(acd/hns)