Duh! Harga Telur Ayam Diproyeksi Terus Naik Sampai Tahun Depan

Vadhia Lidyana - detikFinance
Sabtu, 19 Des 2020 16:30 WIB
Menjelang hari Natal dan Tahun Baru, harga telur ayam di pasar tradisional merangkak naik.
 Harga telur ayam kini bertengger di Rp 28.000/kilogram.
Foto: Rengga Sancaya
Jakarta -

Harga telur ayam hari ini tembus Rp 30.000 per kilogram (kg) di Pasar Jatinegara, Jakarta Timur. Di sejumlah wilayah, harga telur ayam juga merangkak naik, dengan harga tertinggi Rp 42.100/kg di Provinsi Papua per Jumat (18/12) berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS).

Kementerian Perdagangan (Kemendag) mencatat, sepekan terakhir ini memang ada kenaikan harga telur ayam hingga 8%. Sementara itu, dalam Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 7 Tahun 2020, harga acuan telur ayam di tingkat konsumen hanyalah Rp 24.000/Kg.

"Harga tersebut naik dibanding seminggu dan sebulan lalu, masing-masing sekitar 4% dan 8%. Beberapa daerah yang harganya cukup tinggi terutama daerah yang cukup jauh dari sentra produksi," kata Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag kepada detikcom, Sabtu (19/12/2020).

Dihubungi secara terpisah, Kepala Bidang Harga Pangan Badan Ketahanan Pangan, Kementerian Pertanian (Kementan) Inti Pertiwi memproyeksi, harga telur ayam masih terus naik hingga Januari 2021.

"Memang harga itu sekarang di Jabodetabek saja sudah mencapai Rp 30.000/kg di pasar. Berarti di eceran atau warung-warung lebih tinggi lagi. Memang harga telur naik, dan menurut proyeksi kami akan naik terus sampai Januari akhir, baru akan turun sedikit-sedikit," ujar Inti kepada detikcom.

Kenaikan harga telur ayam diproyeksi masih terus berlangsung itu menurutnya disebabkan oleh permintaan dari masyarakat yang sangat tinggi di tengah pandemi virus Corona (COVID-19).

"Kondisi pandemi menaikkan konsumsi telur, naik 0,09 kg per kapita per tahun. Jadi demand meningkat, otomatis harga meningkat," tutur dia.

Berlanjut ke halaman berikutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2