Liburan Harus Rapid Test Antigen, Lanjut atau Tunda?

Trio Hamdani - detikFinance
Minggu, 20 Des 2020 13:25 WIB
PT KAI keluarkan syarat bagi penumpang yang hendak melakukan perjalanan jarak jauh dengan kereta jelang libur Natal dan tahun baru. Apa saja syaratnya?
Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Libur akhir tahun menjadi waktu yang dinantikan banyak orang untuk liburan ke luar kota. Budget tentunya sudah diatur sedemikian rupa. Namun ada yang berbeda di tahun ini karena beberapa daerah menetapkan hasil rapid test antigen sebagai syarat masuk.

Berdasarkan yang diatur pemerintah, tarif termahal rapid test antigen di Pulau Jawa Rp 250 ribu dan luar Jawa Rp 275 ribu. Lalu dengan adanya biaya tambahan yang harus dikeluarkan, sebaiknya menunda liburan atau tetap lanjut?

Perencana Keuangan dari Advisors Alliance Group Indonesia Andy Nugroho menjelaskan ada dua pertimbangan untuk menjawab hal tersebut. Jika kondisi keuangan memadai tidak masalah melanjutkan rencana liburan.

"Buat beberapa orang yang memang mereka nggak ada masalah dengan tambahan dana tersebut maksudnya budgetnya masih ada, ya mereka tetap berangkat liburan dan tetap dengan menjaga protokol kesehatan," kata dia saat dihubungi detikcom, Minggu (20/12/2020).

Apalagi jika mereka sudah memesan hotel ataupun akomodasi lainnya di tempat liburan. Bila dibatalkan, uang yang dikembalikan kemungkinan tidak akan 100%.

"Jadi, tetap diambil saja, tetapi jalanin saja tetapi liburan. Itu buat orang-orang yang memang mereka tidak ada masalah dengan budget untuk rapid test," sebutnya.

Sementara buat orang-orang yang terbebani dengan biaya rapid test antigen, apalagi bila pergi liburan sekeluarga maka sebaiknya menunda liburannya.

"Ya berarti memang mau nggak mau harus kita relakan nggak liburan dulu kan," ujarnya.

Refund tiket ataupun akomodasi lainnya mungkin akan menyebabkan sebagian uang tak kembali, tapi setidaknya terhindar dari beban biaya rapid test antigen.

"Saya juga baca-baca kan sudah banyak orang yang gara-gara hal tersebut (rapid test antigen), booking hotelnya minta di-refund, tiket pesawatnya di-refund karena mereka nggak jadi berangkat gitu lho," tambahnya.

Catatan detikcom, rapid test antigen menjadi syarat masuk ke 6 daerah, yakni Jakarta, Jawa Barat, DI Yogyakarta, Jawa Tengah, Kota Malang, dan Bali. Belum tahu apakah daerah lain akan menyusul memberlakukan syarat tersebut.

(toy/zlf)