Ekonomi Dunia Bisa Minus 4,2%, Sri Mulyani: Resesi yang Sangat Dalam

Trio Hamdani - detikFinance
Senin, 21 Des 2020 13:50 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati hadiri rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI. Sri Mulyani membahas kondisi ekonomi di tahun 2020.
Foto: Lamhot Aritonang
Jakarta -

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan pandemi virus Corona membawa dampak yang dalam bagi perekonomian dunia. Pertumbuhan ekonomi berbagai negara terdampak pandemi ini.

Sri Mulyani mengatakan di tahun ini berdasarkan OECD pertumbuhan ekonomi dunia bisa minus 4,2%. Jika terjadi, maka resesi yang sangat dalam tak bisa terhindarkan.

"Tahun 2020 menurut OECD growth akan mencapai minus 4,2%. Ini berarti resesi yang cukup dalam atau sangat dalam bahkan kalau dibandingkan pada saat guncangan global ekonomi pada saat financial crisis tahun 2008-2009," tutur Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN KiTa, Senin (21/12/2020).

Sedangkan proyeksi IMF ekonomi dunia bisa minus 4,4% dan prediksi Bank Dunia minus 5,2%.

"IMF memprediksi minus 4,4% tahun 2020, dan Bank Dunia minus 5,2%," lanjutnya.

Di tahun depan, lembaga internasional tersebut juga merevisi proyeksi ekonomi. OECD memperkirakan pertumbuhan ekonomi dunia 4,2%, IMF memprediksi 5,2%, dan Bank Dunia memprediksi ekonomi dunia tumbuh 4,2%.

"Untuk tahun 2021 lembaga-lembaga ini melakukan juga revisi terhadap proses pemulihan. OECD memproyeksikan tahun depan tumbuh 4,2% untuk global growth, IMF 5,2%, dan World Bank 4,2%," katanya.

(ara/ara)