Jokowi Yakin Vaksin Corona Pulihkan Ekonomi RI

Danang Sugianto - detikFinance
Rabu, 23 Des 2020 05:29 WIB
Presiden Jokowi
Foto: Rusman - Biro Pers Sekretariat Presiden
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengakui 2020 merupakan tahun yang sangat berat. Pandemi COVID-19 telah memberikan hantaman besar bagi seluruh sektor ekonomi.

"Kita tahu bahwa tahun 2020 adalah tahun yang tidak mudah, tahun yang tidak gampang, sangat sulit karena adanya pandemi COVID-19," ucapnya dalam acara Outlook Perekonomian Indonesia 2021, Selasa (22/12/2020).

Dari sisi ekonomi terlihat jelas penurunannya. Jokowi menjelaskan pada kuartal I-2020 ekonomi Indonesia masih bisa tumbuh positif 2,97%.

"Namun di kuartal kedua karena COVID-19 terkontraksi turun tajam menjadi -5,3%. Kemudian pada triwulan yang ketiga ekonomi kita tercatat mengalami perbaikan meskipun masih minus yaitu di -3,49%," tambahnya.

Meski begitu, menurutnya pemerintah tetap secara konsisten membuat kebijakan pemulihan ekonomi. Jokowi pun yakin sederet kebijakan yang pemerintah buat sudah mulai memberikan pemulihan situasi ekonomi.

Pemerintah telah mempersiapkan vaksin COVID-19 yang telah diputuskan akan diberikan secara gratis. Vaksinasi diyakini akan menjadi titik balik dari penurunan ekonomi yang terjadi selama pandemi. Baca di halaman berikutnya.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali menegaskan pemerintah akan memberikan vaksin secara gratis kepada seluruh masyarakat yang akan dimulai pada awal 2021. Dia yakin setelah vaksinasi ekonomi akan pulih.

"Adanya program vaksinasi ini kita harapkan kepercayaan publik tentang penanganan COVID-19 akan muncul dan menimbulkan rasa aman di masyarakat," ucapnya dalam acara Outlook Perekonomian Indonesia 2021, Selasa (22/12/2020).

Jokowi menjelaskan, dengan timbulnya rasa aman di tengah masyarakat, aktivitas ekonomi akan kembali berjalan. Konsumsi yang menjadi motor pertumbuhan ekonomi juga diyakini akan pulih.

"Pemulihan ekonomi diharapkan dapat berjalan dengan lebih cepat, konsumsi akan naik dan kembali normal, investasi juga diperkirakan akan meningkat karena adanya Undang-undang Cipta Kerja," terangnya.

Tanda pemulihan ekonomi menurut Jokowi juga sudah terlihat dari neraca dagang Indonesia yang didorong oleh peningkatan ekspor. Peluncuran Sovereign Wealth Fund (SWF) atau lembaga pengelola investasi juga diyakini akan mendorong roda ekonomi melalui pembangunan di sektor infrastruktur.

"Merupakan sumber pembiayaan pembangunan yang baru, yang tidak berbasis pinjaman tetapi dalam bentuk penyertaan modal atau ekuitas. Dan ini akan menyehatkan ekonomi kita, menyehatkan BUMN-BUMN kita, terutama di sektor infrastruktur dan sektor energi. Saat ini sudah ada beberapa negara yang menyampaikan ketertarikannya antara lain dari Amerika Serikat, Jepang ,Uni Emirat Arab, Saudi dan Kanada," terangnya.

(das/zlf)