Ada Perjanjian Dagang, Mobil RI Bakal Ramai Mengaspal di Australia

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Rabu, 23 Des 2020 13:32 WIB
M Lutfi Menteri Perdagangan Baru
Foto: Dok. Kemendag
Jakarta -

Menteri Perdagangan M Lutfi yang baru saja dilantik Presiden Joko Widodo bicara soal perjanjian dagang yang sudah diteken oleh menteri sebelumnya, Agus Suparmanto. Salah satunya adalah Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership (IA-CEPA).

Dengan kebijakan tersebut, menurut Agus produk otomotif dari Indonesia, mobil misalnya, bisa saja membanjiri pasar Australia. Adapun perjanjian dagang dengan Australia ini sudah berlaku per 5 Juli 2020.

"Dan ini kita mau melihat bahwa Indonesia-Australian Economic Partnership Agreement ini bisa jadi spring board mobil-mobil dan produk otomotif Indonesia untuk membanjiri pasar Australia. Ini lah yang kita akan lihat di beberapa waktu mendatang," ujar Lutfi ditemui di kantornya, Jakarta Pusat, Rabu (23/12/2020).

Dalam perjanjian IA-CEPA perdagangan baik ekspor dan impor atas barang maupun jasa, serta investasi antara Indonesia dan Australia difasilitasi ketentuan khusus. Salah satunya ialah tarif 0% atas ekspor produk Indonesia ke pasar Australia.

Artinya, dengan IA-CEPA maka Australia menghapus seluruh tarif bea masuk terhadap seluruh produk yang diekspor Indonesia.

Sebelumnya, Lutfi menjelaskan soal kinerja Kementerian Perdagangan sebelum dipimpinnya sekarang. Dia menilai kinerjanya sangat baik, khususnya dalam mendorong perjanjian dagang yang menguntungkan.

Dia menyinggung perjanjian dagang yang dilakukan dengan Korea Selatan dan Australia. Menurutnya, perjanjian dagang ini penting untuk mendukung transformasi ekonomi Indonesia yang segera menjadi penjual barang industri.

"Terus terang saja pak Wamen ini juga lihat kita kemarin berprestasi menyelesaikan beberapa perjanjian dagang internasional, seperti kemarin Korea Selatan dan Australia. Itu adalah perjanjian penting bagi Indonesia yang sedang bertransformasi," kata Lutfi.

"Dari penjual barang mentah dan setengah jadi menjadi barang industri," ucapnya.

(eds/eds)