Usaha Cokelat & Kartu Ucapan Ini Cuan Jelang Natal, Ini Ceritanya!

Nurcholis Ma - detikFinance
Rabu, 23 Des 2020 17:35 WIB
Pengusaha coklat dan kartu ucapan
Foto: Tokopedia
Jakarta -

Momen Natal dan Tahun Baru memicu peningkatan transaksi berbagai produk, salah satunya coklat. Hal itu dialami Tissa Aunilla (42), pemilik usaha Pipiltin Cocoa yang mulai fokus memanfaatkan platform digital Tokopedia sejak Maret 2020.

"Omzet kami menurun lebih dari 50% karena pandemi. Kami akhirnya mengubah strategi penjualan menjadi online agar bisnis tetap berjalan," ungkap Tissa dalam keterangan tertulisnya, Rabu (23/12/2020).

Pengusaha coklat dan kartu ucapanPengusaha coklat dan kartu ucapan Foto: Tokopedia

Tissa dan Irvan Helmi, partner bisnisnya di Pipiltin Cocoa, kini bekerja sama dengan kurang lebih 1.000 petani cokelat di berbagai daerah di Indonesia. Ia konsisten mengedukasi dan memberdayakan petani lokal agar bisa terus meningkatkan kualitas produksi. Menurutnya, cokelat hasil petani lokal juga mampu bersaing dengan buatan luar negeri.

"Karena biji cokelat yang kami gunakan 100% diperoleh dari petani lokal, artinya masyarakat yang membeli produk kami juga turut menyejahterakan petani lokal. Dukungan seperti ini diharapkan bisa semakin memotivasi petani untuk terus mengembangkan potensi cokelat lokal," ungkap Tissa.


Menyambut Hari Natal, Pipiltin Cocoa menyediakan beragam produk dengan harga terjangkau yang dapat dijadikan pilihan masyarakat untuk merayakan momen spesial. "Di momen Natal, penjualan kami bisa meningkat lebih dari 4 kali lipat dibandingkan dengan bulan sebelumnya," ujar Tissa.

Peningkatan pesanan produk jelang Natal juga dirasakan Vendy Satria (29) yang menjadi penerus Harvest pada 2017. Usaha kartu ucapan dan stationery kit lainnya ini dibangun oleh motivator sekaligus ayahnya, Andrie Wongso, sejak 1985.

Sejak bergabung, Vendy membawa sejumlah perubahan. Mulai dari mempertajam visi dan misi perusahaan, membangun budaya kerja baru hingga memaksimalkan penjualan lewat platform digital seperti Tokopedia. Menanggapi pandemi, Vendy mengatakan harus mengambil keputusan berat demi mempertahankan bisnis.

"Omzet penjualan Harvest secara offline menurun drastis hingga 90% karena pandemi, maka kami terpaksa melakukan pengurangan karyawan," ungkap Vendy.

"Kehadiran platform digital Tokopedia di sisi lain sangat membantu kami beradaptasi dengan pandemi, menjangkau lebih banyak pembeli, dari Aceh hingga Papua. Kini omzet perlahan naik dan lebih dari 65% penjualan online Harvest berasal dari Tokopedia," ujarnya.

Menjelang Natal, Vendy menjelaskan bahwa kertas kado dan kartu ucapan menjadi produk paling laris. Selain berbisnis, Harvest juga rutin membagikan donasi berupa paket alat tulis bagi anak-anak difabel dan sejumlah panti asuhan.

Sementara itu, External Communications Senior Lead Tokopedia, Ekhel Chandra Wijaya mengungkapkan masyarakat banyak membeli parsel, kue kering dan produk berkaitan dengan Natal belakangan ini. Tokopedia mencatat peningkatan produk ini hingga 3 kali lipat.

"Terbukti dari adanya peningkatan transaksi produk berkaitan dengan Natal sebanyak hampir 3 kali lipat dibandingkan dengan periode sebelum Natal," ungkap Ekhel.

(mul/mpr)