Wahyu Trenggono dan 'Urusan' Ekspor Lobster

Tim detikcom - detikFinance
Kamis, 24 Des 2020 07:06 WIB
Wakil Menteri Pertahanan Wahyu Sakti Trenggono
Foto: Edi Wahyono
Jakarta -

Menteri Kelautan dan Perikanan (KP) Sakti Wahyu Trenggono menyatakan akan mengevaluasi beberapa kebijakan menteri sebelumnya. Salah satu yang dipesankan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk dievaluasi adalah terkait ekspor benih lobster.

"Ada beberapa yang dipesankan oleh Pak Presiden. Tapi saya tentu perlu evaluasi, salah satunya adalah ekspor benur (benih lobster)," kata dia kepada wartawan di Gedung Mina Bahari IV Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Jakarta Pusat, Rabu (23/12/2020).

Belum diketahui bagaimana kebijakan ekspor benih lobster selanjutnya di tangan Sakti Wahyu Trenggono. Yang jelas dia mengaku cinta kepada keberlanjutan dan tidak mau kebijakan yang diambil nantinya menyebabkan kerusakan lingkungan.

"Soal benur akan kita evaluasi karena saya cinta soal keberlanjutan lingkungan. Kalau itu rusak lingkungannya, maka generasi berikut tidak akan bisa mendapat manfaat. Nah, itu yang akan kita evaluasi," sebutnya.

Setelah diamanatkan jadi Menteri KP, Sakti Wahyu Trenggono juga menegaskan tidak lagi menjabat sebagai Komisaris Utama di perusahaan ekspor benih lobster.

Klik halaman selanjutnya.

Sebelum dilantik sebagai Menteri KP, Sakti Wahyu Trenggono menjadi Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) dan merangkap sebagai Komisaris Utama di PT Agro Industri Nasional. Perusahaan itu dimiliki oleh Yayasan Kesejahteraan Pendidikan dan Perumahan Kementerian Pertahanan (Kemenhan), yang mendapat izin ekspor benih lobster dari KKP sejak Juli 2020 lalu.

Dia mengatakan tugas menjadi Wamenhan salah satunya memang bekerja untuk merangkap dalam perusahaan tersebut.

"Itu ex officio, sudah dari awal saya sampaikan, itu perusahaan yang ada di bawah Kementerian Pertahanan dan Wakil Menteri Pertahanan itu adalah ex-officio. Tentu Wakil Menteri Pertahanan berikut yang akan menjadi Komisaris Utama di sana, saya sudah tidak bisa," katanya.

Sakti Wahyu Trenggono menyebut yang menggantikan posisinya sebagai Komisaris Utama di Agro Industri adalah Wamenhan selanjutnya. Untuk diketahui, yang menggantikan Sakti Wahyu Trenggono sebagai Wamenhan adalah Herindra.

Dia berujar akan menjadikan KKP sebagai kementerian yang bisa diandalkan untuk bangsa dan negara Republik Indonesia. Dia ingin wilayah kelautan yang memiliki sumber daya alam besar, bisa memberi manfaat untuk kesejahteraan masyarakatnya.

"Saya dipercaya oleh Pak Presiden untuk memimpin Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, mudah-mudahan saya bisa me-recover daripada kementerian ini jadi kementerian yang bagus, yang bisa diandalkan untuk kemajuan bangsa ini," ucap Sakti Wahyu Trenggono.

(dna/dna)