Investasi Jangan Cuma Mau Untung, Pahami Juga Risikonya!

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Kamis, 24 Des 2020 13:23 WIB
Ilustrasi THR
Foto: Muhammad Ridho
Jakarta -

Investasi merupakan salah satu cara untuk menanamkan aset baik jangka pendek maupun jangka panjang untuk mendapatkan keuntungan. Sebelum berinvestasi ada beberapa hal yang harus diperhatikan mulai dari keuntungan yang didapatkan sampai risiko-risiko yang mengancam.

Managing Director Political Economy and Policy Studies (PEPS) Anthony Budiawan mengungkapkan dalam berinvestasi masyarakat harus memahami jika setiap instrumen investasi memiliki faktor risiko masing-masing.

Masyarakat yang akan berinvestasi juga harus paham jika investasi yang memberikan keuntungan tinggi akan berisiko tinggi pula. "Setiap instrumen investasi itu punya risiko tersendiri, misalnya kalau deposito itu paling aman, surat utang atau obligasi menengah dan saham paling tinggi risiko," kata dia dalam keterangannya, Kamis (24/12/2020).

Dia mengungkapkan dalam berinvestasi saham, calon investor juga bisa melihat dari prospek keuntungan perusahaan dan tergantung pergerakan sentimen ekonomi domestik dan dunia.

Menurut dia saat ini banyak orang menilai jika berinvestasi di saham itu akan naik terus-terusan padahal di balik itu ada risiko investasi yang mengintai. Anthony menyebutkan di Indonesia kadang harga saham bisa dimainkan dan membuat banyak calon investor kepincut dengan permainan tersebut.

"Kadang ada yang memainkan harga saham, kenaikkanya tidak normal nah ini memperparah risiko investasi saham di Indonesia," jelas dia.

Anthony mengungkapkan selain instrumen investasi surat berharga atau saham, asuransi juga bisa dianggap sebagai investasi jika memang ada produk gabungannya seperti unit linked. Namun dia menyebut sebaiknya asuransi memang ditujukan sebagai cara untuk memproteksi baik kesehatan, jiwa sampai harta benda.

Sebelum membeli asuransi, calon nasabah juga harus membaca klausul dengan teliti. Jangan pernah setuju dengan penjelasan agen jika belum mengerti. "Baca dulu klausulnya, jangan dibilang klaimnya segini lalu asal oke-oke saja. Mau ikut dengan mudah. Apalagi asuransi kesehatan, tanya dulu penyakit kritis mana yang dicover dan tidak, kalau tiba-tiba sakit kritis dan tidak dicover ya akan sulit nantinya," jelas dia.

Menurut Anthony, rasa ingin tahu dan ketelitian memang sangat dibutuhkan sebelum membeli produk investasi atau asuransi. Dia menyebut jangan sampai nasabah terjebak dengan perusahaan investasi atau asuransi yang menawarkan produk dengan imbal hasil yang terlalu tinggi.



Simak Video "Catatan PAN Terkait Perpres Jokowi soal Investasi Miras"
[Gambas:Video 20detik]
(kil/dna)