3 'Titipan' buat Mendag Lutfi yang Baru Dilantik Jokowi

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Kamis, 24 Des 2020 13:32 WIB
Dubes RI untuk Amerika Serikat, Muhammad Lutfi
M Lutfi, Menteri Perdagangan (Foto: Edi Wahyono)
Jakarta -

Muhammad Lutfi telah resmi dilantik Presiden Joko Widodo sebagai Menteri Perdagangan yang baru pada siang kemarin. Lutfi menggantikan Agus Suparmanto di pos kepemimpinan Kementerian Perdagangan.

Ditemui usai melakukan serah terima jabatan di Kantor Pusat Kemendag, Jakarta Pusat, Lutfi memaparkan 3 pesan khusus dari Jokowi setelah ditunjuk sebagai Menteri Perdagangan.

Pesan yang pertama adalah Lutfi diminta menjaga kestabilan harga barang, utamanya menjaga angka inflasi tidak tinggi.

"Jadi waktu dipanggil pak Jokowi, pak Jokowi pesan 3 hal, hal itu adalah menjaga kestabilan harga terutama inflasi," ujar Lutfi di Kantor Pusat Kemendag, Rabu (23/12/2020).

Pesan yang berikutnya adalah Lutfi diminta untuk membantu bisnis para pengusaha UMKM. Dia mengatakan, Jokowi meminta UMKM lebih banyak bisa melakukan ekspor barang.

"Kedua beliau titip pesan bahwa mesti dibantu UMKM, pasar ekspor diperbaiki strukturnya kalau-kalau perlu panggil konsultan dari Balai Latihan Ekspor," kata Lutfi.

Yang terakhir, Lutfi menjelaskan Jokowi meminta agar perdagangan internasional Indonesia bisa merangsek ke pasar-pasar negara non tradisional. Dia diminta lebih banyak menekan perundingan Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA).

"Yang ketiga adalah bagaimana kita menembus pasar non tradisional dengan perundingan Comprehensive Economic Partnership Agreement. Tahun ini kita susah tanda tangan beberapa yang penting. Kami juga melihat opportunity-opportunity atau peluang menegosiasikan pasar non tradisional," jelas Lutfi.

Misalnya mendorong perdagangan ke negara-negara Afrika hingga Amerika Selatan. "Seperti negara Afrika dan South America jadi ini bagian utama yang akan dipelajari sesuai keinginan pak Presiden," sebut Lutfi.

Seperti diketahui ini bukan kali pertama Lutfi diangkat menjadi Menteri Perdagangan. Sebelumnya, Lutfi pernah diangkat menjadi Menteri Perdagangan di zaman Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Lutfi menjabat sejak 14 Februari hingga 20 Oktober 2014. Dirinya juga sempat menjadi Kepala BKPM selama 4 tahun mulai dari 16 Mei 2005 hingga 22 Oktober 2009.

Salah satu prioritas Lutfi adalah menstabilkan harga barang di Indonesia, bagaimana strateginya?

Lutfi mengatakan pihaknya akan menjaga kelancaran distribusi arus barang, khususnya barang-barang kebutuhan pokok. Hal ini dilakukan agar pasokan barang bisa dijaga dengan baik, apalagi selama momen Nataru.

"Kan gini kan untuk menjaga barang ini, arus barang itu mesti kita jamin kan tentu kita ingin supaya supply nggak terganggu, terutama natal dalam beberapa hari dan tahun baru dalam beberapa minggu ke depan," ujar Lutfi.

Usai dilantik dan melakukan serah terima jabatan dengan Agus Gumiwang, menteri sebelumnya, Lutfi mengatakan akan segera melakukan pengecekan distribusi arus barang ke Dirjen Perdagangan Dalam Negeri. Dia ingin menjamin kelonjakan harga tidak terjadi.

"Saya ingin mengecek kepada Dirjen Perdagangan Dalam Negeri dulu untuk memastikan bahwa seluruh barang, apa yang bisa kita laksanakan hari ini, untuk menjamin tidak ada kelonjakan harga yang besar dan memberatkan masyarakat," kata Lutfi.

Dia menjelaskan harga barang memang harus tetap stabil, hal itu dilakukan untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah pandemi COVID-19.

"Yang saya bilang tadi menjaga daya beli masyarakat," ujarnya.

(dna/dna)